Catatan saya dari renungan paling dalam adalah bahwa Internet Adalah Kebebasan yang Tidak Bisa Dikontrol, Demokrasi dunia, bukan sekedar ngeblog, bukan sekedar bisnis online, bukan sekedar internet marketing. Tidak sekedar berita, tidak sekedar opini. Internet menjadi catatan yang tidak bisa hilang dilengkapi dengan mesin pencari canggih maka semua yang kita perbuat baik-buruk, kebenaran – kesesatan, kesopanan dan pornografi semua tertuang dan bisa dicari dengan mudah. Ditambah dengan youtube.com maka semua dicatat bukan saja text, tapi sudah berisi suara, gambar dan video. Internet netral semua orang bisa mengakses, anak kecil, orang dewasa, dari negara mana saja semua bisa mengakses. Semua yang tabu dulu sekarang bisa dibuka dan di lihat dengan gamblang. Internet sudah menjadi hutan belantara semua peristiwa dan kejadian, kebenaran-kebohongan bercampur aduk dan menjadi awal peradaban baru yang sulit di kontrol.
Paham lama dan baru bisa dengan mudah diakses seperti paham komunis, paham kapitalis, paham narsis, paham liberal dan bahkan agama baru dengan mudah dideklarasikan tanpa filter. Contohnya situs Lia Eden (http://le2-34-777.info). Sejarah lama yang terpendam sekarang dengan mudah kita dapatkan misalnya kejadian di masa Presiden Sukarno (http://www.progind.net/).
Semua kembali pada diri kita masing masing. Yang bisa mengontrol hanya dirinya sendiri (kata http://beritainternetmarketing.blogspot.com)
Situs porno di blockir akan ada 1001 cara untuk mengakses dengan cara yang lain, demokrasi dibungkam, akan anda sejuta cara untuk mengelorakan. Kejatahan di tindak akan muncul kejatahan baru lainnya.
Internet Mencatat Semua Peristiwa Kebaikan dan Kebohongan
Mesin pencari bukan sekedar mencatan tulisan yang baik dan bohong apapun yang anda tulis di internet oleh google dan yahoo di tampilkan tanpa di filter baik itu tulisan beneran maupun tulisan abal-abalan dengan teknik SEO yang sederhana bahkan tulisan anda akan dibuat dalam hitungan menit. Internet sudah menjadi Catatan Semua Kegitan di Dunia
Harus Jeli Memilih dan Memilah
Misalkan peristiwa pengemboban israel kepada rakyat Palistina yang tidak berdosa, ternyata terjadi perang juga di media internet. Merurut Hamas karena israel telah menembak mati warga Palestina. Menurut yang pro israel ternyata israel gerah gara-gara hamas menyerang israel dengan senjata peluncur ke pemukiman yahudi.
untuk melengkap argumen saya berikut linknya:
http://www.arrahmah.com/index.php/news/read/2863/amerika-serikat-salahkan-hamas-dalam-serangan-israel
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/12/29/1/177817/jk-serangan-israel-bukti-agama-belum-harmonis
http://www.indonesiaheadlines.com/296537/gus-dur-kecam-serangan-israel-ke-palestina.html
http://www.indonesiamatters.com/1582/israel-palestina/
Semakin banyak referensi kadang malah semakin bingung. Maka semua kembalikan ke hati nurani kita untuk menilai, memilih dan memilah.
Banyak Komentar Pedas disetiap postingan yang berbau Sara
Setiap postingan yang berbau sara / agama maka disitu akan muncul komentar yang pedas / kadang jorok / bernada kebencian / cari maki/ hujatan. Emosi lebih banyak menonjol dari pada hati nurani dan kebenaran.
Internet Adalah Rencana Tuhan
Internet menurut saya pribadi adalah rencana Tuhan, dan akan melangalai masa dan periode kira kira sbb:
1. Periode Pengenalan / Pendahuluan : pada periode ini orang baru mesasakan kebebasan tahap awal, evoria. Bia membuat web saja sudah senang, bisa buat html sudah canggih, mesin pencari belum mikir SEO. Jadi intinya internet hanya sekedar informasi bisa diakses ke seluruh dunia.
2. Era Internet untuk Bisnis : Banyak bisnis dotcom bermunculan, harapan yang berlebihan muncul, mesin pencari sudah ada iklan seperti adsense, dan PPC lainnya. Pembayaran online bermunculan seperti paypal.com, tokok online juga makin rame seperti ebay.com.
3. Era Perang Internet : Internet bukan saja untuk bisnis tapi digunakan untuk perang, perang opini, perang saling menjatuhkan terutama berkaitan dengan israel, kriten, islam, dan agama lainnya. Siapa yang menguasai teknologi, menguasai media, menguasai opini jadi pemenang.
4. Era Hati Nurani dan Era Kebenaran : Lama lama semua orang yang berperang akan capek, tidak ada yang menang, yang ada hanya kepuasan sesaat karena berada di atas angin. Puas menghujat, puas menyalahkan orang lain, puas menjatuhkan orang lain.
Maka era hati nurani adalah era diman orang sudah belajar banyak dari pengalaman (bagi yang mengambil pelajaran) hati nurani tidak bisa dibohongi, lama lama pasti manusia akan haus akan kedamaian, haus akan spiritual, haus akan nilai-nilai kebenaran.
5. Era Pencarian dan Penemuan Tuhan:
Lama lama mikir dunia ini kan capek juga, gak ada selesainya, gak ada benarnya, di atas langit ada langit. Nikmat dunia hanya sesaat, kekayaan hanyalah menipu, uang hanyalah angka angka yang hanya dicetak di kertas buku tabungan, hanya berupa kartu, hanya tertulis di account paypal, accout bank international. Hari ini kita sudah punya 10 juta, masih ingin 100 juta, ingin 1 M dan terus menerus tidak pernah puas. Hari ini kita punya 1 Hektar tanah besok ingin pulau, sudah punya pulau besok ingin dunia.
Padahal harta kita yang abadi adalah harta yang kita berikan orang lain, berupa amal jariyah, yang kita iklaskan bagi kemakmuran umat manusia.
Dari hasil pencarian itu tentu ada yang berhasil dan tentu juga ada yang gagal. Tuhan akan menunjukkan jalan kebenaran, hanya orang orang yang berhati lembut, sabar, berserah diri dan bersyukur akan bisa menikmati kehidupan ini. Akan bisa bisa berjumpa dengan Tuhan di dunia ini untuk bisa ketemu lagi di Akherat nanti. Dialah orang orang yang bermanfaat bagi banyak orang, bukan orang yang banyak menyakiti orang lain.
Sinar Kebenaran dari Tuhan hanya bisa kita terima jika kita menyiapkan dan mau menerimaNya. Getaran hanya bisa sampai jika frekwensi sama. Maka mohon dan berserahlah agar Tuhan memberi frekwensi itu, sebab kita tidak punya apa apa dan tidak bisa apa apa

Hanya orang orang yang ingin selalu menyayangi sesama, melindungi yang lemah, memberikan sebagian rejekinya untuk orang lain. Tidak rakus, tidak mengumbar hawa naspsunya.
Dia akan selalu terus berdoa, menyerahkan diri pada Tuhan, meminta pertolongan pada Tuhan dengan hatinya, dengan nur cahaya kebenran yang diberikan Tuhan.
Dialah orang orang yang sudah bisa menikmati surga di dunia karena rasa syukur atas segala nikmat, dan tentu akan mendapatkan syurga yang lebih abadi di Akherat sebagai hadiah Tuhan atas semau amal baik yang diridhoi Tuhan. Atas kehendaknya maka puncak kenikmatan itu ketika Tuhan menghadirkan kita untuk berjumpa denga Sang Maha Pencipta.
Hasil pencarian untuk artikel ini:
INTERNET ADALAH (9),
tuhan (5),
cahaya (3),
www sexsekolah internasional com (2),
contoh disintegrasi (2),
www sexsekolah (1),
sejarah mesin task internet (1),
kejadian atau peristiwa tentang munculnya internet ! (1),
kebebasan di internet (1),
baik buruknya filtering internet (1),
apakah benar tidak semua website tidak bisa diakses melalui nusa net (1)