Mengelola Kembali Puing Puing Rejeki Yang Berserakan?, maksudnya? Ya ini merupakan hasil renungan selama bulan puasa dimana sebenarnya setiap orang oleh Tuhan sudah diberi rejeki yang melimpah, bahkan istilah saya berserakan disekitar kita jika jeli. Untuk itu agar puing puing rejeki yang berserakan itu bisa diambil lagi, bisa didayagunakan lagi dengan menata kembali, dikelola kembali sehingga menjadi teratur, mudah diambil, dan tentu saja bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Puing puing rejeki Lewat Usaha di Internet, Masalah Yang Sering Timbul
Dari semua bisnis di internet yang sudah saya coba sebenarnya semua bisa menghasilkan uang. Problem terbesar yang sering kita alami adalah :
1. Tidak sabar, dan terburu buru ingin cepat kaya,
2. Terlalu banyak bidang usaha yang dijalankan sementara sumber daya masih terbatas,
3. Menjalankan tidak sungguh sungguh, tidak istiqomah,
4. Mudah menyerah,
5. Kurang yakin, dan menyalahkan takdir (rejeki memang kecil, takdirku miskin, dll)
6. Tidak mau belajar dari kesalahan, kegagalan untuk kemudian diperbaiki,
7. Tidak mau berkorban (waktu, tenaga, biaya) untuk sebuah kesuksesan
8. Kurang rajin membaca, belajar dan tentu yang paling penting pratek, dan evaluasi,
Memacu Diri Agar Rejeki Senang Memghampiri Kita
Kita sering menyepelekan atau meremehkan karena pandapatan hanya 0.01 dollar, atau hanya dapat Rp. 500 dari usaha di internet PPC (Pay per click).
Kita sering meremehkan uang Rp. 10,000 dari bisnis afiliasi, karena kita sering melihat kata kata : Uang Melimpah, 10 Juta per bulan, $100 tiap hari dan kata kata yang kadang memberi semangat tapi kadang kadang mengendurkan semangat karena kita belum bisa mencapainya.
Untuk itu perlu langkah nyata dan persiapan matang agar pendapatan, penghasilan, rejeki itu menghampiri kita:
1. Bermimpilah untuk sukses, yakinlah bahwa Rejeki itu memang berserakan dimuka bumi ini,
2. Niatkan untuk memulai berusaha di Internet (dan dimana saja), dengan perencanaan yang jelas, terukur dan bisa dijalankan,
3. Lakukan dengan serius, gairah, istiqomah dan semangat yang tidak mudah menyerah,
4. Setelah semua sudah dilakukan dengan baik, berdoalah dengan penuh pengharapan.
5. Cari tahu, cari informasi, dari orang orang yang anda anggap sudah sukses (jangan hanya satu orang),
6. Lakukan evaluasi, perbaikan perbaikan, dan perenungan kenapa belum maksimal,
7. Carilah komunitas positip agar semangat tetap terjaga, bacalah dan bacalah,
8. Genapi, lengkapi dengan menjalankan Faktor X (yang bisa medatangkan rejeki melimpah),
Sedang pemicu kesuksesan itu bebas saja, terserah anda kalau saya :
1. Anak anak yang butuh pendidikan yang lebih baik, masa depan yang lebih cerah,
2. Istri yang butuh rumah dan mobil yang memadai,
3. Diri kita sendiri butuh penyaluran hobi dan rekreasi
4. Orang Tua, butuh ibadah ke Tanah Suci,
5. Tetangga butuh bantuan pekerjaan,
6. Fakir miskin, anak yatim butuh uluran tangan anda,
7. Lingkungan, butuh sumbangsih pemikiran dan sumbangan dana anda,
8. Negara butuh Partisipasi positip anda, bukan hanya demo, saling menyalahkan dan caci maki,
Saya sangat yakin kenapa kita gagal : Karena kita belum maksimal, karena kita sering meremehkan hal yang kecil, kurang bersyukur dan kurang menghargai kemampuan diri sendiri. Apapun bisnisnya, apapun bidang usahanya jika dilakukan dengan serius, sungguh-sungguh dan penuh pengharapan, lambat laun kesuksesan, keberhasilan, rejeki akan menghampiri anda. Jemputlah, ambilah karena kesuksesan dan keberhasilan adalah hak anda. Dan jika sukses tentu akan berdampak positip bagi orang disekitar anda.
Jika tulisan saya menyesatkan jangan diikuti, jika anda manfaatnya doakan saya dan keluarga saya tetap sehat dan banyak rejeki.
Salam sukses dan Semangat Selalu
September 16th, 2010
sumintar
Posted in
Tags:

