Mungkin saya adalah pemudik yang relatif lama dan menjadi hobby, 25 tahun saya mudik dari surabaya ke Jember (sejauh 190KM), khusus hari raya Idul Fitri dan Insya Allah tiap bulan saya pulang kampung (mudik diluar hari raya), saya terus melakukannya dan tidak pernah bosan.
25 Tahun Hilir Mudik Tidak Pernah Bosan
Kalau bukan karena tuntutan pekerjaan dan Istri mengijinkan sebenarnya saya lebih betah tinggal di kampung / desa. Karena sebenarnya pekerjaan saya tidak terlalu membutuhkan lokasi (bisnis di internet), asal ada koneksi internet maka saya bisa hidup (hehehehe).
Ada beberapa pertimbangan kenapa saya lebih menyukai tinggal di desa
1. Kebetulan Ayah dan Ibu masih Ada sehingga rasa kangen begitu membara untuk selalu sungkem pada ke 2 orang tua.
2. Di desa segala kebutuhan (yang sifatnya untuk makan) lebih murah,
3. Tidak pernah ada kata macet,
4. Berbeda dengan di kota terlalu banyak hiburan dan segala macam kenikmatan sehingga secara tidak langsung menjadi pemborosan kalau tidak tahan dan tidak bisa menahan diri,
5. Kualias udara di desa masih lebih baik karena tidak tercemar polusi,
6. Kualitas air juga demikian (jika dibanding surabaya) maka di desa air itu bisa diminum langsung (tanpa beli aqua, isi ulang).
7. Kualitas lingkungan, pendidikan tidak kalah, terbukti meskipun saya berasal dari desa tapi saya juga bisa sekolah dan bersaing dengan orang kota (weleh narsis).
Alhamdulillah meskipun saya tidak tinggal di desa Krangkongan Umbulsari Jember Tuhan telah memilihkan tempat yang tidak jauh dari kota Surabaya (jarak 50 KM) yaitu di Desa Ketan Ireng, Prigen / Pandaan. Dengan segala fasilias yang mirip dengan orang desa.
Inilah sedikit pengalaman yang bisa saya share.
Selamat Bermudik Ria, Selamat Idul Fitri, Selamat Lebaran 1430 H,
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Dari Wong Ndeso Poll
September 17th, 2009
sumintar
Posted in
Tags: 
selamat mudik mas, semoga selamat sampai tujuan …
oleh-olehnya yah … hihihi
Reply
POPAPOLA design & multimedia reply on September 17th, 2009 14:48:
(numpang pertamax..hihi…)
Selamat mudik ya pak…
saya mudik di rumah saja…
—————————————-
http://popapola.blogspot.com
—————————————-
Reply
emang tinggal di desa lebih enak pak, asal jgn terlalu ndeso bgt ntar malah susah.
selamat mudik pak.
Reply
sumintar reply on September 17th, 2009 11:10:
Kota banget juga lebih susah, kekekeke
Reply
emang berkumpul ma keluarga
rasanya indah bgt mas
makanya g pernah bosan mudik
Reply
Selalu ada keinginan untuk kembali, selalu ada kerinduan untuk mengulang masa lalu
Reply
mungkin itu kenapa kita tidak pernah bosen Pak Dhe untuk mudik
Reply
namanya juga ketemu ama sanak saudara PakDe.. Never Get Bored!
Reply
alasannya yg msuk akal pak dhe…
Reply
WEleh si om ni dah siap2 mudik to..
tahun ini ponakanmu ini bakalan mudik heboh en padat merayap libur cuman 18-23 tapi kota2 yang dituju banyak amirrr
Jkt-Sby
Sby-Pandaan
Pandaan-Situbondo
Situbondo-Jember (Mudah2an sempet ketemu di Krangkongan)
Jember-Pandaan
Pandaan-Lamongan-Sby-Jkt
Weleh2 kan Om…tp dinikmati ajah lah…
Reply
sumintar reply on September 17th, 2009 11:13:
Lupakan saja masalah yang memang tak pernah selesai,
Nikmati saja,
syukuri saja karena hidup ini memang terlalu indah untuk dinikmati.
Reply
Memang enak tinggal didesa dengan udara yang sejuk
Reply
pak dhe aku ga bisa mudik ke surabaya. ga punya duit. sedih deh
Reply
selamat mudik pakde..ntar saya nyusul pas biz shalat ied…..heheheeh
Reply
met mudik pak de
Reply
Tinggal siapkan senjatanya pak (telkomselflas)..biar bisa hidup ..:D
Selamat jalan ati2 ya pak
Reply
Jadi pingin pulang ke jawa
Reply
met mudik pakdhe, met idul fitri mohon maaf lahir batin, lama nggak mampir ke sini
Reply
Mudik merupakan tradisi turun-temurun terutama untuk para perantau. Tradisi mudik adalah wujud kerinduan pada kampung halaman. Ada kalimat kiasan yang mungkin sesuai dengan hal ini, yaitu “Janganlah kita seperti kacang yang lupa pada kulitnya.” Selamat Mudik dan Selamat Idul Fitri. Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Reply
mudik melambangkan kembali ke jatidiri, mari kita mudik sebagai pembelajaran menuju mudik spiritual sejatinya
salam pakde..btw, ini ada blog pribadi saya: http://amsi.web.id …ditunggu kunjungannnya makasih
Reply
selamat mudik bos hati2 dijalan dan selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin
Reply
Ikutan mudik ahhh….
hehehe
Reply
KJ sekeluarga mengucapkan selamat Hari Raya Iedul Fitri Mohon Maaf Lahir dan batin .. sekalian kasih kabar – alhamdulillah telah lahir putri kami ke 2 pada tgl 14 – 09 – maaf pak belum bisa sowan dateng panjenengan .. sukses selalu..
Reply
sumintar reply on September 18th, 2009 09:16:
Selamat atas kelahiran anaknya, semoga Lebaran saya bisa mampir ke Gresik.
Reply
Selamat mudik pak…TTDJ…
wah bisa hidup dari internet..??? pengen bisa juga….
Reply
Selamat Mudik
Reply
selamat mudik om…….
yah klo kita bosen mudik ntar dibilang kacang lali lanjarane to ?
lagian segala kelebihan desa dibanding kota tidak bisa dibandingkan dengan apapun, weleh…..
ayo mudik, met lebaran, jangan lupa sungkem ortu..
Reply
selamat mudik yach.. mohon maaf lahir dan bathin…
Reply
iya mas saya juga dulu PKL di jember…hmm jadi kangen sama lari pagi di alun2…sama cita2 saya juga pengen tinggal di kampung aja…Tenang..!!
selamat berhari raya..!!
Reply
selmt mudik pak …
sblumny …. sy mohon maaf atas kekhilafan diri ,,,
minal aidzin wal faizin ………..
Reply
Saya mudik cuma 5 kali.. selebihnya suda tidak pernah lagi…
Reply
kalo sy gak pernah mudik
Reply
jadi yang bener 190 km ato 50 km pak de? hehehe…
Reply
Terakhir mudik 2 tahun lalu. Tahun kemaren dan tahun ini ga mudik. Pertimbangannya cuma masalah waktunya aja yang sulit diatur.
Benar juga ya, mudik itu ada kenikmatan sendiri, sepanjang jalan walaupun capek tetap aja seru dan timbul gairah tersendiri.. Walaupun tiap tahun mudik, maka tiap pulang mudik “rasa” itu ga pernah hilang…
Pokoknya seru deh…
Reply
Tinggal di desa memang enak asal bukan desa terpencil
Reply
HFPTMp
Reply