Renungan ini berdasar pengalaman batin saya menghadapi bencana dan musibah yang terus melanda negeri ini. Belajar dari Gempa Bumi yang terus melanda, bencana alam yang telah meluluh lantakkan gemerlap kemewahan dunia.
Saya selalu berfikir positip terhadap semua masalah yang menimpa, mengambil pelajaran dari setiap kejadian. Padahal kalau kita mau berfikir lebih jauh, ternyata selama ini Tuhan telah menjaga kita setiap saat dengan KekuasaanNya, melindungi kita dengan Kasih SayangNya, sehingga dunia tidak hancur lebur.
Seperti gambaran berikut ini :
Gempa bumi, hanyalah bagian kecil dari gejolak alam karena alam itu memang memiliki nyawa berupa energi bumi. Demi waktu Tuhan telah melapis bumi jutaan tahun dengan tanah dan bebatuan yang kokoh, kemudian Dia mengirim Adam dan Hawa turun ke bumi. Bayangkan jika tidak ada lapisan batu, tamah air, dan lapisan oksigen, serta melindungi panasnya matahari dengan lapisan ozon, kemudian menjauhkan jarak matahari dan bumi pada posisi yang aman. Jika tidak, manusia tidak akan bisa hidupi dimuka bumi. Karena memang Tuhan Mahan Pengasih lagi Maha Penyayang serta Maha Melindungi umatNya.
Gempa dahsyat di Padang Sumbar, bagi kita itu terasa dahsyat, padahal itu hanyalah “perut bumi yang lagi mulas” karena ada sedikit gangguan dipencernaannya. Seandainya bumi mulas, kemudian muntah (mengeluarkan isi perut berupa lahar panas) dan berak (menumpahkan isi air laut ke daratan seperti Tsunami) maka bukan 1000 orang yang meninggal, tapi habislah seluruh manusia dipermukaan bumi. Itu semua karena Kekuasaan Tuhan telah menahannya, Tuhan masih sayang manusia, dan Tuhan masih melindunginya, Tuhan masih menolongnya. Tapi jika sudah waktunya Maka tidak ada mahluk yang bisa lepas dari “Keganasan Hari Kiamat”.
Beberapa pelajaran besar yang harus diambil:
1. Tuhan telah mengirim “isyarat” bahwa manusia harus “berbenah” dengan :
a. Teknologi tahan gempa untuk membangun gedung (perhatikan banyak gedung runtuh karena tidak tahan gempa). Sehingga perlu kontrol ketat dan sertifikasi rumah tahan gempa seperti yang dilakukan oleh Jepang.
b. Tidak menebang hutan secara sembarangan (perhatikan tanah longsor akibat gempa, karena tanah itu labil dan bisa saja gundul)
c. Membuat tata ruang yang baik sehingga tidak sembarang membangun rumah / hunian tidak pada tempatnya (seperti di bukit yang labil).
d. Ternyata kemewahan, kekayaan bisa musnah dalam sekejab mata, tidak lebih dari 5 menit hata kita lenyap, kemewahan hancur, bahkan nyawapun melayang.
e. Ternyata kita tidak bisa hidup sendiri, sekaya apapun, sehebat apapun kita tetap masih butuh orang miskin, butuh orang lain. Tolong menolong dan saling membantu adalah pelajaran penting yang terus kita jaga, tanpa membedakan ras, golongan, agama, dan negara. Kita butuh pengalaman negara lain dalam mengatasi bencana (seperti jepang).
f. Bencana tidak bisa dilawan, bencana tidak bisa dihindari akan tetapi bencana bisa dikurangi dampaknya, daya rusaknya, daya bunuhnya dengan belajar pada kejadian gempa gempa masa lalu.
Sama seperti kenapa kita perlu Berobat ke Dokter / Rumah sakit, bukankan hidup dan mati adalah ketentuan / takdir Tuhan. Itulah ihtiar manusia, dengan berobat ke dokter / rumah sakit diharapkan Tuhan mengabulkan dengan menyembuhkan kita, dan memanjangkan umur kita.
Semua butuh membaca (Iqro) dan membaca tanda tanda alam, Tuhan telah menciptakan Alam untuk dipelajari oleh manusia, sehingga manusia bisa menciptakan teknologi, supaya ada lapangan kerja baru, supaya ada penemuan baru, supaya ada perenungan baru.
Untuk apa?
Untuk bisa berfikir tentang kebesaran Tuhan, yang manusia hanya tahu sedikit, tetapi kadang begitu sombong, agar manusia sadar bahwa memang tidak ada yang patut disembah kecuali Allah, dimana sadar atau tidak sadar selama ini kita sering menyekutukannya. Karena sifat manusia memang sering lupa, terutama jika bergelimang dalam kenikmatan.
Untuk apa lagi?
Agar manusia terus belajar dan membaca Alam Semesta ini, agar kita bisa menyesuaikan diri dengan menciptakan teknologi yang mengikuti hukum Alam yang berlaku sesuai ketetapan Nya.
Untuk Apa lagi?
Untuk mengenali, menyakini dan mengimani bahwa Tidak ada yang dapat menolong, selain Yang disana, Tidak ada yang lebih perkasa selain Dia, Allah Tuhan Yang Maha Besar.
Untuk apa lagi?
Untuk selalu bertobat, untuk dekat dengan Nya, untuk selalu beribadah denganNya. Sebelum Giliran Bencana dahsyat menimpa diri kita.
(Tulian ini terkhusus untuk diri saya sendiri)
Turut berduka yang mendalam, atas musibah yang menimpa sauradara kita di Sumbar Sumatra Barat, Padang dan sekitarnya.
October 3rd, 2009
sumintar
Posted in
Tags: 
cerita hot
Semoga habis gelap terbitlah terang
cerita hot
Reply
Perasaan dulu th 90an ga bnyk gempa yah?? Knp akhir2 ini jd bnk gempa.
Reply
Semoga bencana yang melanda negeri ini akan segera berakhir…
Reply
Perut mules aja udah segitu efeknya ya Pak
Reply
moga2 yang terkena gempa diberikan kekuatan dan ketabahan
Reply
semoga kita semakin waspada akan kuasa-Nya…
Reply
Tuhan tdak akan menimpakan sesuatu yang tidak bisa diambil hikmahnya oleh manusia, gempa hanyalah bencana, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa dengan tabah dan sabar menyikapi cobaan ini..surga bagi para korban, peringatan bagi yang diberi kesempatan..
salam
Reply
bagaimanapun besar suatu bencana pasti ada hikmahnya dan setiap kesulitan selalu ada kemudahan.
Reply
ada sebagian masyarakat kita yang berpikir kalo si “A” jadi pemimpin di negeri ini,bencana dan musibah takkan berhenti menimpa kita.bagaimana tanggapan pakdhe menyikapi hal ini?
beribu maaf,saya hanya bertanya.saya juga tidak mengimani yang demikian.
Reply
Lebih baik banyak berdoa. Semoga tidak akan terjadi lagi di bumi Indonesia.
Reply
Mudah-mudahan generasi muda kita saat ini peka terhadap apa yang ada di balik semua ini..
Reply
Turut berduka cita kepada semua korban gempa Sumatra…
Jangan menyalahkan alam apalagi mempertanyakan Tuhan… karena tempat kesalahan hanya kita manusia. Betul sekali kata Pak Sumintar, banyak sekali kealpaan yang telah dilakukan sehingga banyak sekali korban…
Untuk daerah rawan gempa seperti Sumbar; seharusnya IMB hanya diberikan jika bangunan publik telah memenuhi standar gempa yang bisa membuat bangunan bertahan sampai 8.5 SR…
Reply
belajar dari gempa dan smoga tak ada gempa lagi di Indonesia tercinta ini… AMIN
Reply
Setuju pak, seharusnya dampak buruk pasca gempa dapat dikurangi dari mempelajari gempa sebelum2nya
Reply
Ya semoga dampak gempa bisa dikurangi… gempanya parah memang.
Reply
dampak dari bencana memang selalu tidak menyenangkan, tetapi jauh lebih tidak menyenangkan adalah mereka yang mencoba mengambil untung dari bencana itu.
ADAKAH YANG MENGADUIT BANTUAN BENCANA….?
Reply
menurut gwa harusnya bangunan2 jaman sekarang udah di buat tahan gempa biar nggak bnyk korban jiwa.. sperti pke tiang beton biar kuat tuh fondasi.. Aman deh.. Hehehe
Reply
Kita musti menyingkapi semua ini sebagai cobaan dan menjadikan renungan.
Good post GanTechnology Digitalditunggu Gan kunjungannya ^_^
Reply
Nah ini dia topik hangat akhir2 ini.
Memang bencana alam siapa yang mau, siapa yang yangka, siapa juga yang kena. Tapi itu lah kehidupan yang harus di jalani.
Pantang menyerah, lakukan yang terbaik dan terus berdoa.
Jadikan renungan yang mendalam, kenapa bisa ampe begini?
Semoga tidak ada bencana lagi di negara Indonesia tercinta ini.
Salam…
Reply
ya pak dhe…. kita semua harus selalu mawas diri dan selalu bersama dalam mengahadapi cobaan.
Reply
Mudah2an pikiran dan hati kita semakin terbuka untuk belajar dari pengalaman yang ada dan untuk semakin mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa.
Dan buat saudara2ku yang mengalami musibah, semoga tetap bersabar dan bertawakal…
Reply
sedahsyat apapun bencana yang terjadi tidak akan memberi kesadaran jika para manusia tetap menutup hati dan pikiran klo manusia adalah mahluk kecil yang tak berdaya.
belajarlah secara kasat mata, kurangi korban dengan belajar penyelamatan diri, belajarlah yang tak kasat mata selamatkan diri dari hukuman tuhan kurangi maksiatmu perbanyak ibadahmu
Reply
Kita ambil hikmah dari semua kejadian.
Reply
Betul, kita harus mengambil hikmad dari kejadian ini.
Reply
Suatu renungan yang sangat berharga, dimana kita semua dituntut untuk selalu “eling” dan mawas diri,… makasih mas telah membantu tuk lebih membuka mata saya tuk lebih “ingat” kepada sang Pencipta.
Reply
kta harus banyak belajar dari itu semua
Reply
Ternyata kuasa Tuhan tiada yang melawan. Dengan kejadian seperti ini seharusya kita mawas diri juga ya, soalnya kita ini bukan apa-apa, Semoga Tuhan menerima amal bajik semua korban gempa dan bagi yang masih hidup mudah-mudahan diberi ke sabaran.
Reply
postingannya keren
Reply
mudah2an kita dapat hikmahnya ya om..?
Reply
semoga kita makin semangat om, good post.
Reply
Bangsa indonesia banyak berbuat dosa, itu sebabnya ada teguran Tuhan supaya kita setia dan ingat padaNYA
Reply