Gubug adahal rumah kecil di tengah sawah yang dibuat dari bambu dan beratap alang-alang. Istilah itu saya pake intuk menggabarkan villa kecil saya di Taman Dayu, yang bentuknya seperti ini. Namanya petani internet, gak mau tempat itu hanya untuk gaya-gayaan tapi langsung digunakan untuk cangkrukan bersama saudara dan teman-teman. Sambil mbakar telo, dan jagung muda.

Kenapa saya mau tinggal di gubug atau gubuk di Pusat Golf Ternama dan Terpoler di dunia (kata sih nomor 56) di dunia, karena saya ingin kembali kedesa. Petani tidak harus selamanya ada di tenggah sawah dan mencangkul tapi sekali sekali NYODOK kelereng putih (bola golf), besama Jack Nicklaus, orang paling Top di dunia Golf.
Minggu-minggu ini adalah upaya saya untuk mengalirkan Air ke Sawah saya di lembah Gunung Pasadena Hill, agar nanti saya bisa mendapatkan koneksi tanpa putus dari si Bos Speedy. Moga moga dengan koneksi ini saya, istri saya, anak saya, saudara saya, dan teman-teman saya serta murid-murid saya betah tinggal.

Selamat atas Peresmian Gubug Kecil saya, semoga nantinya bisa membeli kebun yang lebih luas lagi dari hasil mencankul dan panen dolar.

www.tamanwisata.com

Wong Ndeso Pooll
www.sumintar.com

Hasil pencarian untuk artikel ini:

tinggal di taman dayu (2), di mana dayu tinggal (1), rumah pohon (1)