Kadang judulnya menggoda seperti Cikal Bakal Kampus Alam Di Ketanireng Prigen Pasuruan, padahal saya hanya ingin membuat pelatihan bisnis untuk pengangguran, putus sekolah, bagi anak desa, bagi pemuda kampung yang masih mau bertahan dan tidak memasakkan diri untuk pergi ke kota besar.
Kenapa Baru Cikal Bakal?
Ya karena tempatnya masih kontrak dirumah sederhana, dan rencana pembangunan kampus yang sebenarnya tanahnya masih ditanami padi. Alasan yang kedua, ini masih rencana yang masih menunggu respon dari masyarakat sekitarnya, sebab tidak mudah merubah kebiasaan orang desa bahwa bisnis itu hanya untuk orang pintar dan lokasinya di kota besar.
Kenapa Namanya Kampus Alam
Kampus Alam saya ambil dari istilah populer sekarang ini yaitu Sekolah Alam, dimana lokasi siswa dan tempat belajar siswa lebih banyak di alam bebas bukan di dalam gedung terus.
Di Desa ketan ireng Terdapat Hutan (mini), Pertanian, Perikanan (rencana), Perkebunan, Beternakan, berada di lerang gunung Welirang. Prigen merupakan Penhasil Air Minum terbesar di jawa timur, banyak Industri disana tapi penduduknya masih belum bisa menikmati hasil maksimal.
Kenapa Kampus
Kampus, diambil dari dari bahasa Latin; campus yang berarti “lapangan luas”, “tegal”.
Dalam pengertian modern, kampus berarti, sebuah kompleks atau daerah tertutup yang merupakan kumpulan gedung-gedung universitas atau perguruan tinggi. Misalkan Universitas Indonesia di Jakarta, Indonesia memiliki ‘kampus Salemba’ dan ‘kampus Depok’, atau ITS Surabaya memeiliki kampus di Sukolilo Surabaya.
Di Inggris dan banyak negara jajahannya seperti Amerika Serikat dan lain-lain, sebuah kampus terdiri dari universitas atau sekolah dengan asrama atau tempat kos atau pondok para mahasiswa. Di sana sebuah gedung sekolah berada di kompleks yang sama dengan gedung penginapan (sumber id.wikipedia.org)
Apa Ketanireng Memliki Unsur Kampus?
Ketanireng prigen tepatnya Ketan Ireng Timur (Ketanireng wetan) bersebelahan dengan Komplek Perumahan Elite Taman Dayu, bersebelahan dengan Lapangan Golf International Taman Dayu. Lokasinya yang unik, menyatu dengan kampung yang dihuni sekitar 20 KK, maka hampir kriteria kampus terpenuhi.
Terdapat Sumber Air (Umbul) Abadi
Saya katakan sumber air abadi karena baik dimusim penghujan maupun musim kemarau airnya tetap saja mengalir, dan selama ini difungsikan untuk kebutuhan Air minum dan Pengairan Pertanian.
Apa Tidak Mengganggu Penduduk, Apa Ada Ijin?
Semoga tidak mengganggu penduduk, karena saya upayakan banyak melibatkan penduduk setempat, terutama dalam menyediakan tempat pondokan / kos-kosan.
Yang kedua cita cita saya ingin mengaktifkan kegiatan dan menaikkan pendapatan penduduk, dengan konsep Kampung Internet Mandiri. Dimana suatu kampung yang bisa hidup dengan mengandalkan hasil sendiri ditambah kemampuan untuk menjualnya, mempromisikannya lewat Internet.
Ada beberapa program agar bisa berkontribusi untuk penduduk:
1. Peningkatan hasil hasil pertanian dengan menerapkan pertanian moderen,
2. Peningkatan hasil peternakan, dengan menerapkan perternakan unggul,
3. Budidaya Perikanan, untuk kebutuhan sendiri (mandiri) atau untuk meningkatkan pendapatan,
4. Penyiapan dan Penjualan Bibit Unggul Tanaman Hutan seperti : Sengon, Jati, Jabon, dll.
Masalah Perijinan
Sementara ini memang belum ada ijin, karena masih cikal bakal, kalau nanti sudah terwujud maka sebaga warga negara yang baik, Insya Allah akan saya penuhi seluruh perijinan yang diperlukan. Nanti bisa berupa badan hukum Yayasan atau menyatu dengan badan yang dibentuk oleh pemerintah.
Kampung Internet Mandiri
Kampung Internet karena Insya Allah nanti seluruh penduduk bisa menikmati Internet secara gratis sponsor Indobilling.com, tentu saja sponsor dari anda anda yang telah membeli software billing warnet produksi lokal Indobilling.com.
Kenapa Memilih Kampung, Pelosok Desa
Pertama saya dari dari kampung, maka saya akan kembeli ke kampung, Kedua banyak orang yang tidak mau tinggal dikampung karena susah mencari pekerjaan di kampung apalagi pendapatan yang layak, maka saya ingin menuntukkan bahwa kampung adalah suatu potensi yang besar hanya saja kebanyakan para tokoh banyak tinggal di kota besar agar cepat populer mungkin.
Yang Terpenting Internet Adalah Revolusi, Revolusi Belajar, Sekolah, Berfikir dan Revolusi Cara Kerja dan Tempat Kerja.
Itulah yang ingin saya buktikan, dari pada banyak koar-koar katanya mikir rakyat kecil, tapi nyatanya tidak mau turun gunung (kekekeke, gak nyindir loh ini kenyataan)
Apa Pak Sumintar Kurang Kerjaan?
Ya mungkin saja, karena saya memang sudah Pensiun, dari pada masa tua diisi oleh kegiatan yang bersifat merusak, menghujat, amuk masa, anarkis, demo masal, sepertinya saya ingin memilih yang sederhana saja, biasa saja tapi minimal bisa membuat masyarakat desa tersenyum menghadapi krisis ekonomi dan pengangguran yang semakin meningkat.
Sepertinya dari dulu Ingin Seperti itu, apa ini bukan Mimpi Kosong?
Namanya cita cita, impian dan harapan. Tentu butuh proses dan butuh waktu, serta butuh pengorbanan. Tapi Alhamdulillah satu satu masalah sudah diatasi dan dimulai, berupa:
1. Persiapan lahan lebih satu Hektare udah dimulai,
2. Persiapan kantor sementara sudah dikontrak,
3. Pemasangan Internet Online 24 Jam baru Sabtu dan Minggu 6,7 Februari 2010.
Undangan Terbuka Bagi Blogger atau Pebisnis Internet Yang Lain
Kalau anda perduli ingin memajukan kampung Internet Mandiri maka datanglah di Kampus Alam Ketan Ireng Prigen / Pandaan Pasuruan. Besama saya memasang Tower Internet (karena disini tidak ada kabel telpon) pada hari: Sabtu, Minggu Pagi sampai Sore tanggal 6 Peberuari 2010.
Sekaligus sebagai Ajang Silaturahmi Antar Blogger dan Antar Petani Internet.
Tapi mohon maaf jika tempatnya jauh seperti yang sampean bayangkan, Melas, dan Ndeso Poll.
Silahkan Klik Berikut ini Untuk Melihat Peta Kampus Alam Kampung Internet Mandiri
Mohon Doa Restu, dan Dukungan, berdirinya:
Kampus Alam, Kampung Internet Mandiri
sumintar.com