Demi Gengsi Berani Bayar Mahal, tapi jika untuk Modal Bisnis apalagi bisnis Online lain kali saja ah. Sekarang belum waktunya, sayang duitnya, takut rugi, takut tidak ada hasilnya. Itulah kebanyakan dari kita dalam memilih mana yang lebih prioritas. Mana yang sebenarnya akan mengantar kita ke kesuksesan yang lebih panjang.

Cerita 1:

Saya sering dipanasi / dipameri sama teman yang baru kerja dengan HP Nokia terbaru, XDA terbaru, Sony Ericsson Gress. Tapi begitu orang itu saya tawari pak ada bisnis online yang menjanjikan dia bilang : wah saya belum waktunya pak, sekarang banyak penipuan, dan saya tidak bakat untuk bisnis. Enak kerja kantoran pak sesekali sambil memijat mijat tombol HP terbaru didepan saya, Diakhir cerita dengan bangganya Kalau baru dapat pesetujuan Kartu Kredit, dan ternyata HP itu dibeli dengan Kartu kredit dengan bunga 0 persen, tapi Harga HP sudah dinaikkan 30 persen.

Cerita 2:

Teman saya dengan bangganya bisa membeli Mobil Terbaru, biasanya gak pernah mampir ke rumah, eh ini tau tahu nongol, sambil salah tingkah dan sekali sekali memutar mutar kunci mobil terbarunya. Ketika saya cerita bisnis online dan saya ingin share dia bilang, wah mobil ini masih kredit kok, saya tiap bulan harus mengangsur 3 Juta, dari 5 Juta gaji saya. Mana mungkin saya bisa menjalankan bisnis, apalagi bisnis online, itu bisnis ngayal, bisnis haram, bisnis yang gak jelas hukumnya. Masak mungkin orang dapat duit hanya bikin tulisan di internet.

Alasan Tidak Mau Bisnis Online

Cerita 1:

Si Wulan kemarin baru beli ebook seharga Rp. 200 ribu, wah setelah dijalankan sampai sekarang gak ada hasilnya, bahkan rugi sudah terlanjur beli domain dan beli hosting. Kasihan si wulan itu, udah duit pas pasan mencoba bisnis 1 bulan tidak ada hasilnya. Enak saya jadi pegawai di Pabrik udah bisa beli HP baru, ternyata HP itu juga credit diangsur 12 kali tiap bulan dia harus setor ke CC tersebut Rp. 200rb plus biaya tranfer Rp. 7,500.

Moral cerita: Bisa bisa Rp. 200rb habis beli pulsa HP, atau Rp. 200rb itu saat ini habis dengan cepat jika anda masuk ke Supermarket, untuk memenuhi kebutuhan sehari hari atau untuk mainan anak anak. Apalagi anda gemar mimil dan makan enak, walah Rp. 200rb akan habis dalam sekejap.

1. Beli ebook Rp. 200rb itu tidak rugi, paling jelek anda dari tidak tahu menjadi lebih tahu,
2. Biasaya tidak mengerti iklan baris online sekarang malah jadi biasa iklankan produk online,
3. Dulu tidak punya hosting dan domain (biaya sama dengan konsumsi rokok anda 1 bulan, atau biaya shoping anda 1 hari)
4. Dulu tidak mengerti ngeblog sekarang malah keranjingan ngeblog,
5. Dulu tidak mengenal SEO sekarang malah sering datang ke sumintar.com (weleh promo),
6. Dulu gagap menulis sekarang malah lebih pintar dari wartawan lepas,

Cerita 2:

Teman saya kemarin bangkut $100 atau 1 Juta rupiah gara gara main bisnis forex. Makanya saya gak berani coba coba bisnis yang merugikan itu. Mendingan seperti saya ini Gaji 5 Juta dan bisa bawa mobil kemana mana, hujan gak kehujanan, panas gak kepanasan. Pas hari raya kemarin teman saya didesa sampai ngiler. Saya masih mampu nyicil Rp. 3 Juta tiap bulan selama 3 tahun.

Coba renungkan orang ini temannya rugi Rp. 1 Juta dibilang bangkrut, sementara dia nyicil mobil Rp. 3 Juta dengan bunga 20 pesen selama 3 tahun dengan bangganya. Kenapa? karena Gengsi itu telah menutupi kerugian dia tiap bulan.

Nilai Positip belajar Forex atau bisnis online:
1. Dari tidak ngerti Internet jadi mengerti,
2. Dari tidak tahu apa itu bisnis sekarang sudah mengerti,
3. Rp. 1 Juta itu bukan bangkrut tapi investasi anda, biaya sekolah bisnis anda, biaya praktek bisnis anda,
4. Mana mungkin baru 1 bulan sudah sukses, Adik saya yang dokter Spesialis itu baru sukses setelah 5 tahun kuliah di Kedokteran, 5 tahun PTT dan 5 tahun Specialis total 15 tahun dengan biaya Rp. 200 Juta lebih.

5. Selama ini tidak tahu pasar global, sekarang malah jadi analis, jangan jangan nanti jadi pengamat Keuangan (weleh ngayal ternyata)

Agar tidak ada yang tersingung, teman saya itu ya diri saya sendiri bukan orang lain, karena saya memenuhi semua cerita itu.

Maaf kalau anlisa saya salah, selain keburu, saya memang tidak ahli, silahkan anda koreksi dan tambahkan di komentar.

Hasil pencarian untuk artikel ini:

bayar mahal demi (1), cache:tTeQOeCfgFEJ:www sumintar com/memilih-ruma-dan-berbisnis-online-di-taman-dayu html banjir taman dayu (1)