demokrat-unggul

Penghitungan cepat atau quick count sejumlah lembaga survei menempatkan Partai Demokrat Unggul dalam posisi puncak pada Pemilu Legislatif 2009. Lembaga Cirus Surveyor Group, misalnya. Hingga Kamis (9/4) malam, hasil hitung cepat menunjukkan Partai Demokrat meraih 20,6 persen suara. Perolehan ini menempatkan Demokrat di urutan pertama. Sementara urutan kedua diraih Partai Golkar dengan perolehan 14,57 persen. Angka ini hanya terpaut tipis dengan perolehan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang berada di urutan ketiga dengan perolehan 14,25 persen.

Dalam deretan sepuluh besar, partai-partai berbasis massa Islam menempati papan tengah. Dari urutan empat hingga tujuh, secara berurutan ditempati Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Persatuan Pembangunan. Dua partai baru, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) berhasil masuk sepuluh besar. Gerindra berada di urutan delapan dengan 4,27 persen suara, Hanura di posisi sembilan dengan 3,52 persen. Sementara urutan kesepuluh ditempati Partai Bulan Bintang.

Tadi malam, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan pernyataan terkait hasil penghitungan cepat. Dari hasil penghitungan cepat beberapa lembaga survei, Partai Demokrat lebih unggul dalam perolehan suara dibanding partai lain. Presiden Yudhoyono pun bersyukur dengan hasil tersebut. Menurut SBY, sejumlah lembaga survei yang menyelenggarakan quick count tentu akan mempertahankan reputasi dan kredibilitas mereka sehingga layak dipercaya. Kendati demikian, Yudhoyono tetap menunggu pengumuman resmi hasil penghitungan suara dari Komisi Pemilihan Umum.

Berbeda dengan SBY, mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung justru prihatin. Apalagi, mengacu pada hasil quick count dari sejumlah lembaga survei yang menempatkan Partai Golkar di urutan kedua. Menurut dia, partai beringin seharusnnya pada pemilu kali ini lebih baik dari pemilu sebelumnya.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)