Hutang Jahat, Hutang Buruk dan Hutang Baik, dan hutang yang membawa ketenganan, soalnya sudah punya rumah sendiri, tiap bulan tidak pindah rumah gara gara masih kos, dan tiap tahun tidak boyongan gara gara masik kontrak rumah. Kok bisa beli rumah, duit dari mana? ya tentu saja dari KPR (kredit kepemilikan rumah) yang bunganya tidak seberapa dengan angsuran yang terjangkau.

Sekarang bisa lega sebab biasanya harus naik angkot, turun angkot dan kalau kemalaman sudah tidak ada angkot akhirnya naik taksi dan kalau dihitung tiap hari bisa mengeluarkan dana Rp. 25 ribu hanya untuk biaya angkutan. kalau dikalikan 30 hari maka akan keluar uang Rp. 750,000, duit sebesar itu bisa digunakan untuk kredit sepeda motor. Berbeda dengan kredit KPR, kredit (hutang ) sepeda motor sebenarnya lebih buruk, soalnya bunganya lebih tinggi sekitar 20 persen tiap tahun. Namun jika sepeda motor kita gunakan untuk berjualan, mendukung bisnis dan usaha maka masih tergolong hutang baik.

Saya 9 Bersaudara, Alhamdulillah  Semua Lulus dan Mandiri Gara Gara Hutang

Mungkin saya tidak mau kuliah kalau tahu ternyata biaya kuliah saya adalah diambil dari Hutang, untung orang tua saya menutupi kalau duit itu berasal dari berhutang. Saya ketika itu tidak tega melihat orang tua harus berhutang, akhirnya seluruh sawah yang orang tua miliki dijual semua untuk mengganti hutang yang dialami. Sawah habis, dan hutang tentu saja ikut lunas.

Bahkan dari hutang itu adik saya yang terakhir bisa menyelesaikan Kuliah Kedokteran Unair, dan dulu sering berhutang pada saya, meskipun saya juga dapat duit dari hutang.

Gali lubang tutup lubang bayar hutang dengan hutang, ampun deh…..

Gambaran di atas adalah hutang baik, atau hutang halal, hutang untuk investasi masa depan, hutang untuk meningkatkan aset. Tentu saja hutang yang akan membuat aset kita naik, bukan berkurang.

Hutang Yang Buruk

Terus terang saya sering kesandung hutang buruk, gara gara ingin punya Mobil,  akhirnya saya mengambil Kredit mobil dengan hutang 9 persen flat selama 4 tahun. Tiap bulan saya harus mengangksur sekitar Rp. 3, juta. Meskipun ini hutang buruk tapi tidak terlalu buruk karena mobil tersebut berguna untuk transport anak dan istri saya dari Surabaya ke Pandaan, dari Pandaan ke Kota orang tua di Jember.

Hutang yang buruk sebenarnya adalah hutang karena ingin gaya hidup, misalnya membeli TV warna, membeli alat olah raga yang harganya selangit. Bukan belinya yang buruk tapi duit yang digunakan itu loh memakai kartu kredit. Menjadikan kartu kredit untuk berhutang, bergaya hidup mewah, itulah hutang buruk.

Kartu kredit itu buruk karena kita membeli untuk kebutuhan konsuptif, untuk gaya hidup, untuk makan enak dan untuk bersenang senang, tanpa melihat kemampuan keuangan.

Hutang Buruk Berubah Menjadi Hutang Jahat

Yaitu ketika kita sudah tidak mampu bayar hutang, sering terlamabat bayar ketika jatuh tempo dan kadang kita ngemplang. Kemudian di kejar kejar oleh deb collector (penagih hutang) dan dikejar kejar oleh pihak bank. Diperburuk lagi kita pinjam dari rentener dengan bunga 10 persen tiap bulan.

Hutang dengan bunga berbunga, sudah kena denda, pinjaman menjadi bunga berbunga, dan dikejar kejar juru tagih, lebih sedih lagi kalau dijauhi anak dan istri karena jatuh terlilit hutang.

Inilah awal dari nasip buruk kita, inilah hutang yang hukumnya haram, hutang yang akibat buruknya sudah bisa dirasakan di dunia, dikejar kejar, diliputi rasa bersalah, tidak dipercaya oleh bank, oleh saudara, akhirnya stess dan kemudian bunuh diri. Ampun. deh. Jahat sekali hutang itu.

Bagaimana dengan Isu Hutang di Indonesia

Ketika jaman dulu atau order baru, mulainya juga hutang bagus, karena digunakan untuk membangun ifra struktur, membangun jalan, jembatan, pelabuhan, membangun saluran irigasi, membangun Listrik masuk desa. Orang desa, para petani termasuk ayah saya sudah merasakan hutang itu.

Tapi ketika hutang itu kemduian banyak yang bocor, dikorupsi, sehingga menyimpang dari tujuan semula maka hutang itu menjadi hutang buruk. Lebih buruk lagi dan menjadi bencana ketika hutang itu justru membuat Indonesia terpuruk. Diawali dengan jatuhnya kepemimpinan bapak Soeharto.

Warisan hutang jaman Order baru masih bisa kita rasakan saat ini, ditambah dengan hutang karena krisis ekonimi tahun 1998 plus hutang hutang untuk recover ekonomi ketika itu termasuk BLBI yang tidak kunjung selesai  sampai tahun 2004, bahkan sampai sekarang menambah hutang buruk itu menjadi besar. Untung pemerintah sekarang segera sadar dan melakukan pengetatan penggunaan hutang sehingga tidak berubah menjadi hutang jahat, tapi berubah menjadi hutang yang baik.

Semenjak Ibu Sri Mulyani menjadi salah menenteri keuangan dan koordinator menteri keuangan kontrol terhadapa keuangan sangat ketat, buktinya saya tidak bisa pinjam dana lagi karena sudah terlalu banyak hutang (hutang KPR), Teman saya yang menunggak Kartu kredit dan tidak bisa bayar, maka dia tidak bisa lagi pinjam uang, karena data teman saya tersebut di publish oleh bank untuk bank bank lain yang akan memberi pinjmana.

Saat ini jika kita bermasalah di salah satu lembaga keuangan misalnya FIF, atau Bank BPR, maka kita tidak bisa lagi berkelit untuk pinjam di bank lain. Bank  sudah sangat terinegrasi dan tidak bisa lagi terjadi pada jaman dulu, dimana orang kaya yang nakal dengan pinjam sana pinjam sini tanpa kontrol.

Sehingga kredit macet bisa dihindari sedini mungkin, itulah kenapa banyak bank yang segera di recover begitu bermasalah seperti  bank Century, bank IFI dan bank bank lain yang terindikasi bermasalah.

Tapi Hutang Itu Terus bertambah? apa itu bukan hutang buruk?

Adik saya yang seorang dokter, dulu ketika masih belum spesialis dia tidak punya hutang, Saat ini hutangnya naik drastis menjadi sekitar 200 Juta lebih, kenapa? ternyata dia dengan dana cash nya yang hanya 100 juta tidak mencukupi makanya sekarang ambil KPR sekitar 200 Juta untuk mengambil Rumah baru seharga Rp. 300 jutaan. Konon setelah 1 tahun ini rumah tersebut sudah laku Rp. 400 Juta lebih, nah itulah hutang untuk membeli ASET, aset yang terus bekembang itulah hutang baik.

Contoh lain, Jembatan Suramadu itu dibiayai dari hutang, lewat APBN, dan jika jembatan itu bisa mengangkat ekonomi madura dan sekitaranya maka bisa saja hutang itu menjadi hutang baik. Tergantung masyarakat Sekitar jembatan itu bisa memanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan atau tidak. Semoga Jembatan Suramadu bisa menjadi jembatan mengalirkan kemakmuran dari kota surabaya ke kota Pulau Madura. Jembatan silaturahmi, dan jembatan gerakan ekonomi rakyat di Madura.

Kesimpulan:

Hutang bisa seperti pisau bermata dua pandai pandahilah menggunakannya, kalau tidak pandai jangan berhutang berbahaya., pertama untuk itu hutang hanya boleh untuk meningkatkan nilai investasi, bisnis, agar tidak membahayakan maka hutang harus dicicil, dan nilai cicilan tidak boleh melebihi 1/3 gaji kita. Contoh jika anda punya gaji Rp. 3 Juta maka cicilan hutang tidak boleh melebihi Rp. 1 Juta.

Yang kedua, hutang harus berbunga rendah jangan melebihi 2 persen tiap bulan, seperti hutang kartu kredit yang bunganya 4 persen itu bahaya, saya mengalami hal itu sampai saat ini belum lunas 100 presen. Saya tidak merekomendasi anda berhutang kartu kredit, kecuali keadaan darurat, dan tidak ada cara lain. Itupun nilai cicilanya harus max 1/3 dari pendapatan anda tiap bulan.

Kartu kredit hanya cocok untuk bisnis online, verifikasi paypal (tapi saat ini sudah ada cara lain yang lebih baik yaitu pake Virtual Credit card VCC). Atau untuk membayar Google Adword, atau untuk membeli produk bernilai bisnis dari luar negeri, misalnya domain hosting, software pendukung internet marketing, bisnis di internet.

Konon ada caya yang jitu untuk melunasi hutang yaitu dengan bershodakoh, dengan memberi sekian persen dari uang yang kita miliki untuk fakir miskin, orang yang membuthkan. Silahkan berguru padak Ustad Yusuf Mansyur yang rutin tampil di TV Indonesia setiap pagi.

Ulasan diatas hanyalah pengalaman pribadi, saya bukan pengamat dan alhi ekonomi. Kalau ada manfaat silahkan dipakai, kalau tidak berguna dibuang saja.

Salam sukses

Buruh Kasar Internet Indonesia
sumintar.com, HP 08175016006 untuk share dan konsultasi masalah solusi bayar hutang.

Hasil pencarian untuk artikel ini:

MANAGEMENT HUTANG (10), Memanfaatkan Hutang Bank (2), tips memanfaatkan hutang (2), manajemen hutang (2), yips menghindari tidak berhutang (1), memanfaatkan utang bank (1), melunasi hutang yusuf mansur (1), manage utang dengan menambah utang (1), manage utang (1), makalah manajeme hutang dan kesimpulannya (1), lebih baik bayar lunas atau cicil (1), kredit uang di fif (1), kredit motor halal atau haram menurut yusuf mansur (1), KREDIT FLAT JELEK (1), konsultasi solusi bayar utang (1), konsultasi agar bisa bayar hutang (1), memberi pinjaman untuk tutup hutang (1), mengatasi kartu kredit &kta (1), mengatasi krisis keuangan tanpa berhutang (1), trik menghindari hutang (1)