Jadi petani beneran (bukan petani internet) ternyata susah, udah modalnya besar di atas 100 Juta, kerjanya juga berat (jika dikerjakan sendiri). Sudah begitu kadang gagal panen karena penyakit atau hasilnya dicuri sebelum dipanen.

Dari modal 100 juta itu hasilnya tiap bulan hanya 300 ribu, kekeke, gak cukup untuk bayar pembantu rumah tangga. Wah rugi kalau gitu, mendingan cari duit ala cosa aranda, buat artikel, ebook, seo dan  teknik marketing online lainnya.

Tapi jangan salah loh, saya bertani offline itu hanya untuk olahraga saja, dari pada tiap hari olahraga yang tidak produktif mendingan mencangkul, jalan-jalan ke kebun, melihat indahnya alam liar. Sambil olahraga, sekaligus refresing, bernostalgia mengingat masa kecil yang tiap pagi dan sore ke sawah membantu ayah.

Bertani online kebanyakan duduk, bertani offline mengurani duduk
Semenjak bertani offline fisik saya sedikit ada perbaikan, mulai dari ambeyen yang berkurang sampai perbaikan di mata (dulu sering pusing melihat monitor), semangat kerja juga meningkat, yang lebih penting semangat hidup juga semakin meningkat pula.

Semakin tahu kenapa petani itu banyak yang tidak sukses

Problem utama kenapa petani sering gagal adalah :  banyak petani malas, tidak punya kreatifitas, tidak punya lahan yang cukup, asal menanam tidak melakukan inovasi yang bisa meningkatkan hasil panen, tidak mau repot. Petani asal asalan ini banyak sekali kita dapati di desa, celakanya banyak yang berumur tua. Satu hal yang menyebabkan petani tidak sukses adalah tidak bangga menjadi petani, tidak punya visi dan misi kedepan bahwa pertanian adalah bidang yang menjanjikan.

Sedikit sekali petani yang sukses, Mereka Para Petani Tekun, Kreatif dan Inovatif.

Alasan utama petani sukses adalah: ulet, tekun, kreatif dan inovatif, pantang menyerah, membuat petani terpadu, dan fulltime. Petani terpadu adalah petani juga peternak, jadi selain menanam padi, jagung, polowijo, sayur mayur mereka juga menanam pohon produktif seperti jati, sengon dan tanaman industri lainnya. Buah-buahan menjadi bagian yang penting untuk mendukung wisata pertanian. Petani Terpadu juga berternak seperti sapi, kambing, kelinci, mentok, ayam dan ternak unggas lainnya. Yang tidak kalah pentingnya untuk mendukung tani terpadu adalah perikanan. Banyak ikan yang bernilai bisnis: Ikan lele, ikan Koi, ikan guramih dan ikan hias produktif lainnya.

Pertanian Terpadu (integrated farming), Berpotensi Membangun Wisata Pertanian

Pertanian  terpadu  atau  integrated  farming  adalah  usaha suatu  pertanian  dengan  kelola  bersinambungan, sehingga tidak mengenal produk limbah. Semua bagian hasil  pertanian diasumsikan sebagai produk bernilai ekonomis dan semua kegiatan adalah profit center, hasil  samping  dari  salah  satu  sub  bidang  usaha  menjadi  bahan  baku  atau  bahan  pembantu  sub  bidang lainnya yang masih terkait.

pertanian-terpadu-sumintar

Hampir pada semua kegiatan usaha bidang pertanian,  perkebunan dan peternakan  apabila  di  integrasikan  akan  membuka  peluang  peluang  usaha  baru serta berpotensi untuk membangun wisata pertanian yang  sangat  mudah  di  implementasikan,  blok diagram di atas sebagai ilustrasi.

Hasil pencarian untuk artikel ini:

pertanian terpadu (5), peluang usaha baru (4), petani pasuruan (2), gak enak jadi petani (2), hasil bidang pertanian inggris (2), artikel tentang pertanian (1), pentingnya kuliah jadi petani (1), ikan koi facebooker (1), GAMBAR KAKEK BERTANI (1), gak enaknya jadi petani (1), free ebook pertanian terpadu (1), faktor-faktor para petani pasuruan menjadi petani (1), contoh orang yang sukses di bidang peternakan ikan koi (1), beternak ayam pelung (1), bahan baku menjadi bahan jadi (1), susahnya anak petani (1)