Komunikasi Politik Ala Presiden Sby

Aulia Pohan jadi tersangka Korupsi oleh KPK. Heboh, Kejutan dan berita cantik. Komunikasi Politik Ala Presiden Sby menjadi judul artikel hari ini, semoga anda tidak kecewa, sebab sekali lagi pakde lagi bertapa mencari wangsit (weleh) untuk kebaikan diri saya, kelurga saya, blogger Indonesia, dan semua orang di Indonesia agar tersenyum dan bangga menjadi warga Indonesia serta mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan secara melimpah ini. Akhir dari proses bahagia lahir dan batin adalah pencapaian kesempurnaan hidup yaitu mengenal siapa yang menciptakan hidup, baru kemudian kita menghadapNya yang ditandai dengan keluarnya roh dari tubuh yang rapuh ini. (Loh kok jadi ngelantur)

Komunikasi Politik Ala Presiden Sby

Judul aslinya : Nilai Komunikasi Politik Sby 9.

Ini adalah contoh jika anda kebingungan membuat artikel maka ambilah dari sumbernya dalam kasus saya ini dari detik.com edisi 30 Oktober 2008. Anda ganti judulnya dan modifikasi isinya biar bisa bersaing dari segi SEO tapi masih menjaga asal usul sumber informasi. Cara ini kurang baik tapi lebih tidak baik dari pada anda copy paste apa adanya plus tidak menyebutkan sumbernya. Plus jangan lupa judulnya harus hot dan memiliki lifetime yang panjang.

Jakarta – Statement bapak SBY yang mempersilakan Komite pemberantasan Korupsi KPK untuk mengusut Besan Sby Aulia Pohan dalam kasus heboh tahun ini yaitu aliran dana BI mendapatkan pujian yang tinggi dari sudut pandang komunikasi massa. Dengan berubahnya status Aulia Pohan menjadi tersangka, kejutan pun kembali terjadi, dan ini sulit kita jumpai di masa-masa presiden sebelumnya.

“Bisa dikatakan, ini komunikasi politik yang luar biasa dari Predisen Yudhoyono. Ini kejutan untuk sebuah komunikasi politik,” tegas pengamat komunikasi politik UI Effendy Gazali ketika dihubungi detikcom, Kamis 30 Oktober 2008 malam.

Effendi Gazali mengaku sempat terkejut dengan pernyataan Presiden SBY yang memberi lampu hijau kepada tim penyidik KPK untuk mengembangkan kasus ini. Sebelumnya, pengamat komunikasi memprediksi Presiden SBY akan menggunakan kesempatan ini saat detik-detik akhir masa kampanye. Nyatanya, tidak berapa lama setelah mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dijatuhi hukuman pidana penjara selama 5 tahun, Aulia pun langsung dinyatakan sebagai tersangka, suatu keputusan berani, meskipun banyak yang melihat sebelah mata.

“Saya pikir sekitar bulan Maret 2009,” jelasnya.

Menurut Effendi pengamat politik UI ini, tujuan dan target komunikasi politik sudah tercapai dalam pernyataan Presiden SBY tsb. Dalam hal direction, pemberantasan korupsi di Indonesia sudah menunjukan arah yang jelas dan berani. Namun yang masih ditunggu oleh masyarakat Indonesia adalah apakah prosesnya akan berlangsung lama atau tidak.

“Elemen direction dalam komunikasi politik sudah tepat sekali,” kata Effendi.

Dengan Aulia Pohan sebagai tersangka, Effendi memuji Predisen SBY yang sudah menepati janjinya untuk memberantas korupsi mulai dari rumahnya sendiri, mulai dari saudara sendiri, luar biasa.

“Kalau Presiden yang bepenampilan tenang dan sangat hati hati ini dikasih nilai, ini dapat nilai 9,” candanya.(mok/ape)

Link Asli:

http://www.detiknews.com/read/2008/10/31/050903/1028832/10/nilai-komunikasi-politik-sby-9

Hasil pencarian untuk artikel ini:

contoh kasus komunikasi politik (17), contohkasuskomunikasipolitik (1), kasuskomunikasipolitik (1)
You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

HTML tags are not allowed.