Lingkaran Kemiskinan, Masalah TKW Indonesia

Kasus kasus memilukan yang terjadi di Indonesia hampir tiap hari kita baca, kita dengar dan kita tonton. Lingkaran kemiskinan dan masalah TKW Indonesia semakin menyadarkan kita bahwa banyak yang keliru, banyak yang salah. Akan tetapi yang semakin menyedihkan adalah banyak yang mencari kambing hitam, saling menyalahkan dan tidak memberi solusi, memeri contoh dan bekerja memperbaiki dari diri sendiri lewat keteladanan.

Buruh, Pembantu Rumah Tangga, PRT, TKW Oh Malang Nasipmu.

Sebenarnya persoalan ini simple kalau ada kesadaran seluruh warga indonesia, kesadaran pemerintah, dan kesadaran individu. Contoh sederhana :

Jika memang anda perduli dengan masalah Kemiskinan khususnya TKW, PRT. Sudahkan kita memperlakukan mereka dengan layak? Sudahkan kita memperlakunan mereka dengan adil : baik banyaknya pekerjaan dan Gaji yang diperoleh.

Kenapa banyak pembantu yang memilih ke luar negeri: karena gaji / pendapatan yang didapat jauh lebih besar dari rata rata gaji pembantu rumah tangga di Indonesia.

Bahkan yang menyedihkan penganiayaan pembantu di Indonesia juga sering terjadi, sedikit sekali yang terungkap. Banyak sekali pembantu di Indonesia digaji jauh di bawah UMR. bahkan ada yang dibawah Rp.300rb/ bulan dengan pekerjaan yang segunung. Menyedihkan.

Lingkaran Kemiskinan di Indonesia

Inilah lingkaran kemiskinan yang sampai saat ini belum ada titik terang. Pemerintah sudah banyak mengelontorkan dana, bantuan, modal tapi apa yang tejadi : Korupsi terjadi disemua lini, sampai sampai dana bantuan untuk rakyat miskin juga dikorupsi. Masya Allah.

Pejabat Korupsi—>> Pembangunan Tidak Sesuai Rencana—->> Dana bantuan dikorupsi / disunat—>> Dana tersalur tidak sesuai rencana—>> Berujung pada Kemiskinan belum teratasi.

Untuk Pengusaha.— Ijin usaha dipersulit, mencari modal susah, bank tidak percaya–>> Usaha sulit —>> Penyerapan Tenaga Kerja sedikit—->> Lingkaran Kemiskinan

Untuk Karyawan : Gaji kecil, demo terjadi dimana mana—>> Produksi menurun—>>> Pengusaha Bangkrut—>> PHK —>> Kemiskinan.

Biaya sekolah mahal—>> Banyak yang Putus sekolah—>> Kemampuan SDM Rendah—->> Tidak banyak diserap di Perusahan—>> Kemiskinan semakin bertambah.

Sawah terbatas—>> teknologi pertanian tidak berkembang—>> Penyuluhan macet —>> Hasil minim—->> Petani Tetap Miskin.

Gaji pegawai kecil–>> membayar PRT ala kadarnya—>> Menjadi TKW ke Luar negeri —>> Tidak ada kecocokan—>> Dianiaya—>> semua orang marah–>> semua TKW ditarik—>>> Di Indonesia tidak ada yang menampung—–>> Kemiskinan Semakin merajalela.

Oalah Negeriku, Indonesia. Malaysia Menghina, Arab Saudi Menganiaya, Amerika menyedot habis Kekayaaannya, Pengamat dan penghujat semakin banyak, kambing hitam dimana mana.

Pengalaman Pribadi

Memcoba tinggal di desa (sudah 3) tahun, membeli tanah untuk bertani dan berusaha agar bisa menyatu dengan masyarakat. Apa yang terjadi : kelompok tani belum terbentuk (apa saja yang dilakukan pejabat daerah?). Mau pinjam ke bank Pemerintah (katanya usaha saya belum 2 tahun).

Orang seperti saya saja kesulitan dalam banyak hal, apalagi petani desa yang kurang informasi tentu mereka akan melakukan apa adanya, tidak berupaya melakukan usaha yang lebih untuk meningkatkan pendapatan.

Pertanyaan saya:

Apa saja tugas dinas pertanian, apa saja tugas pejabat daerah, mana program yang sampai ke rakyat kecil, mana bantuan petugas penyuluhan PPL, mana program yang muluk muluk di pemerintah pusat. Realisinya ?

Jawab: memang ada yang saya lihat program PNPM mandiri, memperbaiki jalan, sudah bagus. Hanya saja yang dibutuhkan secara nyata adalah menyediaan lapangan kerja yang terus menerus. Membantu para pengusaha yang mau ke desa, dalam upaya penciptaan lapangan kerja.

Pertanyaan lagi :
jangan jangan saya yang tidak tahu, kurang bergaul, sehingga saya salah presepsi. Untuk itu saya mau dikoreksi, diajak, dan diberi pengarahan biar saya lebih gaul lagi.

Yang Jelas:

Sampai sayat ini tidak ada petugas dari mana saja yang datang kepada saya : Pak sumintar sampean pendatang yah? kok mau mau ke desa, begini pak : bapak sering rapat saja ke desa, membantu rakyat sekitar, bersama kami membangun Indonesia. Ini ada program dari pemerintah butuh orang orang seperti anda. (kalau ada yang seperti ini saya bisa GR, hehehe).

Memang sifat pejabat di Indonesia dari Pusat sampai daerah ada yang kurang:

1. Jangankan menjemput bola, datang saja tidak mau.
2. Sifat memerintah yang menonjol : Sifat Melayani kurang,
3. Lebih banyak pemerintah, sedikit memberi contoh.
4. Lebih suka memperkaya diri sendiri daripada memikirkan rakyat kecil,
5. Lebih suka tampil di TV daripada tampil di tengah tengah masyarakat,

Tulisan ini tidak mencari kambing hitam, tapi memberi solusi bahwa: Sebenarnya yang dibutuhkan rakyat kecil, rakyat dibawah adalah keteladanan, contoh nyata yang mudah untuk dijalankan. Jangan hanya membuat program bagus, tapi realisasi di lapangan jauh lebih penting.

Hampir banyak petani desa yang saya jumpai : mereka itu hanya bertani, sedikit yang berusaha lain untuk tambahan kecuali : berternak sedikit ayam dan 1s/d 2 sapi.

Problem yang mereka hadapi:  masalah pada anaknya, yang kadang tidak mau bertani tapi juga tidak mau bekerja jadi lebih memilih pengangguran. Anak petani saat ini hampir semua punya sepeda motor (pengeluran), dan Handphone, HP (pengeluaran), Merokok (pengeluaran), nonkrong dijalan dan njajan (pengeluaran). Sementara pendapatan petani tetap dan kadang berkurang. Sehingga makin lama petani makin miskin dan semakin miskin.

Inilah Problem sementara masalah korupsi saja semakin sulit diatasi, masalah rakyat kecil semakin bertambah. Dan ini akan terus menerus menjadi lingkaran kemiskinan yang semakin sulit dipecahkan.

Solusi:

Marilah mulai dari diri kita sendiri dan keluarga: budayakan sifat membantu dalam banyak hal: membantu menciptakan lapangan pekerjaan, membantu menaikkan gaji TKW / pembantu rumah tangga, membantu menularkan ilmu yang bermanfaat. Membantu memberi solusi atau kalau tidak bisa : jangan malah menambah masalah baru.

Kalau kita mau: Masih banyak cara yang bisa diperbuat: saat ini apa saja bisa dijual: Internet sudah tersedia, majalah bisnis, majalah wirausaha sudah begitu banyak, majalah pertanian, agro juga susah banyak.

Ayolah mencoba membuat usaha baru, berwira usaha meskipun anda karyawan / pegawai.
Ayo jangan hanya menunggu jatuhnya bintang dari langit, menunggu belah kasih pemerintah (karena pemerintah juga butuh dikasihani, hehehe).

Ayolah para pencari uang di internet di share ilmunya, ditularkan ilmunya baik dari yang gratis maupun yang bayar. jangan dipake sendiri.

Saatnya menjadi bagian solusi yang memberi kontribusi, bukan menjadi beban. Itulah Jihad, Jihad melawan kemiskinan, jihad memutus lingkaran kemiskinan yang ada disekitar kita.

Salam sukses

Wong Nndeso Poll.

Hasil pencarian untuk artikel ini:

kenapa dalam bisnis bisa terjadi penganiayaan (1), pertanyaan masalah tki indonésia (1)
You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

HTML tags are not allowed.