Mencegah Urbanisasi Setelah Mudik

Kalau tidak bisa dikatakan Mencegah Urbanisasi Setelah Mudik, minimal mengurangi tingkat urbanisasi yang selama ini cukup besar, sampai sampai mencari tenaga kerja di desa saat ini sangat sulit (semua pada ke kota). Pemuda yang sekolahnya tinggi menjadi karyawan, tenaga profesional dikota, mereka yang hanya bermodalkan kekuatan tenaga menjadi kuli, buruh pabrik, mungkin juga preman. Mereka yang sudah tua  atau anak anak dibawah umur menjadi pengemis, maka lengkaplah kota menjadi tempat yang “menarik” untuk di datangi dalam mengadu nasip.

Iming iming Angin Surga jika hidup di kota

Tidak bisa dipungkiri hidup dikota menjadikan kita naik kelas (kalau berhasil) bahkan kita cenderung memamerkan keberhasilan dan kekayaan (meskipun mungkin itu uang hutang) sehingga hidup dikota menjadi impian dan daya tarik orang desa yang mengiurkan. Acara TV, berita TV yang banyak menggambarkan gemerlapnya hidup dikota, semua ada, semua serba dekat, hiburan banyak, menambah rasa penasaran orang desa.  Iming iming surga itulah melengkapi alasan kenapa banyak orang desa yang ingin mengadu nasip ke kota.

Tanah pertanian yang semakin sempit, tingkat pengangguran yang semakin naik, kemiskinan karena tidak tersedianya lapangan kerja di desa, pembangunan desa yang sangat lambat : menjadi pelengkap alasan kenapa bekerja di desa semakin tidak menarik.

Mencegah Urbanisasi Setelah Mudik

Berikut ini mungkin bisa membantu mengurangi syukur kalau bisa mencegah arus urbanisasi:

1. Pertama tentu peran pemerintah pusat sangat tinggi dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih terencana dan permanen di desa, terutama desa tertinggal, lewat menteri yang terkait.
2. Peranan bupati kepala daerah, pemda, kepala desa sangat dibutuhkan dalam memberi prioritas pembangunan pedesaan terutama dalam pengurangan kemiskinan dan peluang penciptaan tenaga kerja.

3. Perlu adanya insentif bagi pemuda yang mau membantu atau berperan dalam pembangunan pedesaan,
4. Perlunya penggalanan dana baik dari pajak, zakat dan shodakoh untuk membangkitkan peluang usaha baru,
5. Perlu ada komunikasi kota desa sehingga untuk setiap pemuda yang meninggalkan desa harus berkonteribusi dalam pembangunan desa,
6. Hindari profokasi yang berlebihan terhadap enaknya hidup di kota,
7. Promosikan enaknya hidup di desa (seperti yang selama ini saya lakukan, kekekeke)

8. Waktu mudik jangan pamer kekayaan, tapi sumbangkanlah sebanyak banyaknya dana untuk membantu usaha di desa.

9. Usahakan membeli segala kebutuhan di desa ketika mudik (kecuali tidak ada) dan promokan produk desa ke kota ketika kembali ke kota.

10. Silahkan diteruskan,

Inilah sedikit yang saya tahu, semoga bisa bermanfaat bagi pekembangan pembangunan pedesaan, dan bisa mengurangi tingkat Urbanisasi.

Selamat Mudik, Selamat menikmati Indahnya desa, Mohon maaf Lahir batin, Minal Aizin wal Faizin.

Dari Pemuda Ndeso, Petani Internet Indonesia

Hasil pencarian untuk artikel ini:

usaha yang dapat dilakukan pemerintah untuk mencegah arus urbanisasi (4), cara mengatasi urbanisasi (3), usaha pemerintah untuk mencegah arus urbanisasi (3), 10 cara pemerintah mengatasi urbanisasi (2), bagaimana usaha pemerintah untuk mencegah arus urbanisasi (2), cara mengatasi arus urbanisasi (2), 10 cara mencegah urbanisasi (1), upaya pemerintah untuk menghambat laju urbanisasi (1), upaya pemerintah untuk menghambat laju arus urbanisasi (1), UPAYA PEMERINTAH TERHADAP PENGHAMBATAN LAJU URBANISASI (1), upaya menghambat urbanisasi (1), upaya mengatasi urbanisasi (1), Upaya pemerintah untuk menghambat laju urbanisasi adalah (1), upaya pemerintah untuk mengurangi arus urbanisasi yang tinggi (1), upaya pemerintah untuk mengurangi arus urbanisasi yyg tinggi (1), upaya penanggulangan pada urbanisasi (1), urbanisasi meningkat cara mengatasi pengangguran (1), Usaha menangani urbanisasi (1), usaha untuk menghambat urbanisasi (1), usaha yang menghambat urbanisasi (1)
You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

HTML tags are not allowed.