Korban UU ITE, Pencemaran Nama Baik Lewat Iklan Baris Gratis

Hati hati pengelola iklan baris gratis, anda bisa dipanggil Polda (polisi) gara gara ada orang iseng menebarkan kebencian lewat pencemaran nama baik yang ditulis dan diposting di iklan baris. Seperti yang saya alamai di Iklan Baris Mantep.com beberapa minggu lalu. Istri saya harus datang ke Jogya dipanggil Reskrim Polda Jogyakarta (maaf kalau salah sebut), mempertanggung jawabkan atas salah satu iklan baris yang menjelek-jelekkan pejabat terkenal di Jogya.

Beruntung Para Intel Yth, memahami penjelasan dari istri saya, dan memahami bahwa iklan baris itu memang gratis, si identitas penulis bisa dengan mudah dipalsukan, sehingga sulit untuk dilacak siapa yang menulisnya.

Tentu yang jadi korban bukan hanya istri saya, karena hanya jadi saksi saja, tapi orang penting / pejabat penting tersebut juga kena dampaknya (korban utama) karena dengan mudah orang yang tidak suka menulis apa saja, dengan menggunakan identitas pejabat tertentu, dengan alamat pejabat tertentu.

Korban UU ITE, Pencemaran Nama Baik Lewat Iklan Baris Gratis

Memang repot kalau UU ITE itu diterapkan untuk pencemaran nama baik, alasan:

Setiap orang bisa dengan mudah mencemarkan nama baik seseorang, baik lewat iklan baris,  lewat blog, lewat Facebook, lewat komentar di blog, lewat jejaring sosial lainnya.

Saran saya untuk para pengelola Iklan Baris

Jangan lupa memasang tulisan seperti ini:

DISCLAIMER :
- Iklan Baris Gratis dan Mantep tidak bertanggung jawab terhadap semua isi iklan yang dimasukkan oleh advertiser
- Dilarang memasukkan iklan yang mengandung unsur SARA dan pornografi dan pencemaran nama baik di Iklan Baris Gratis dan Mantep

Sering sering dipantau barangkali ada orang yang protes lewat email anda, lewat email admin.

Saran Untuk Yang Dicemarkan Nama baiknya

Iklan baris gratis itu hanyalah cara untuk mendapatkan duit recehan lewat internet, dan bahkan saya merugi (tiap bulan bayar vps 400rb, dapat duit dari iklan 100rb),

a. Mohon admin / pengelola iklan baris jangan dituntut secara hukum maupun lewat pasal UU ITE yang mengerikan itu.
b. Mohon dikonfirmasi kepada pengelola untuk segera dihapus jika menemuhi hal hal yang melanggar hukum.
c. Internet itu memang media bebas, semua orang bisa berekpresi, jangan terlalu panik dan marah, jangan terpropokasi gara gara seseorang yang tidak bertanggung jawab.

d. Silahkan diselidiki siapa yang menulis pencemaran nama baik, mintalah informasi pada pengelola tentang Identitas pelaku / IP pelaku dll kalau ada.

Kepada yang suka mencemarkan nama baik

Ojo nemen nemen opo’o rek (jangan keterlaluan rek), jangan lewat iklan baris gratis,  udah memberi fasilitas gratis, hasilnya dikit, resikonya besar.

Kalau berani buat blog sendiri (banyak yang gratis tuh), sehingga kita kita ini tidak jadi korban.

Maaf kalau tidak berkenan, ini sumpah (waduh) tidak anda niatan untuk mencemarkan nama baik sampean, saya sudah tua, jangankan jadi tersangka jadi saksi saja udah sakit sakitan (hehehe memelas).

Salam sukses.

Yang Lain Biar Ribut Century, Saya Tetap Nyankul, siapa takut, kekekeke. Menyangkul, menggali, membalik tanah, sepintas tidak ada maknanya.

Menyangkul : ketika petani mau menanam maka harus dicangkul lahanya, mulai dari mengeruk tanah kemudian rumput yang mengganggu diletakkan di bagian bawah sehingga yang nampak di permukaan adalah tanah yang subur tanpa rumput yang mengganggu.

Rumput yang berada di bagian bawah akan mati, bukan mati tanpa makna, tapi menjadi humus, menjadi rabuk / pupuk yang akan menyuburkan tumbuhan yang ditanam di atasnya.

Hubungannya dengan kasus Century?

Kita cangkul saja masalahnya, kemudian yang buruk buruk dikubur dan kemudian mati, sehingga yang ada di permukaan / hasilnya yang baik. Yang mati tetap memberi kontribusi terhadap perjalanan bangsa, jangan merasa kalah : tapi jadilah seperti rumput / kotoran yang berubah fungsi menjadi penyubur untuk generasi mendatang.

Itulah hakekat kebaikan dan keburukan: Kebaikan tidak akan ada tanpa ada keburukan. Kebenaran tidak akan bermakna tanpa kesalahan. Keduanya saling melengkapi dan memaknai. Maka berterima kasihlah pada keburukan dan kesalahan, tanpa itu kita tidak bisa menjadi seperti sekarang.

Mahalnya Biaya Pendidikan, Anggaran 20 Persen Untuk Apa?  Beberapa hari ini anak saya mondar mandir kesana kemari hanya karena ingin bisa masuk perguruan tinggi negeri. Mungkin karena tidak percaya dirinya semua peluang dimasukinya. Konon agar bisa masuk PMDK pilihan minimal harus mengisi sumbangan 40 Juta, untuk kedokteran 100 juta, bahkan ada yang Rp. 500 juta. Itu uang apa kertas yah…. Itupun harus menyiapkan les mata pelajaran, mengikuti program khusus dari sekolah, dll. dll.

Berbeda dengan ketika saya dulu kuliah (jamanya presiden Suharto, kekeke), modal nekat, tanpa les, tanpa bayar uang gedung bahkan saya hanya bayar Rp. 84,000 / semester (kalau sekarang anggap saja x 10  = 850rb/semester masih murah kan).

Ketika itu saya juga dapat beasiswa supersemar (yayasan milik Pak Harto juga) sehingga saya hanya bayar 1/2 saja alias Rp. 42 rb / semester).

Apa itu karena penerapan Badan Hukum Pendidikan (BHP)  yah?

Dulu orang miskin seperti saya bisa kuliah di PTN (perguruan tinggi negeri), sekarang saya tidak tahu apa masih ada harapan yah soalnya konon katanya jatah untuk orang pintar hanya 30 persen saja (lewat UMPTN), lainnya jatah untuk orang berduit.

Mahalnya Biaya Pendidikan, Anggaran 20 Persen APBN Untuk Apa?

Saya bukan pendidik dan bukan juga pegawai negeri tapi saya sebagai orang awam bertanya? katanya anggaran pendidikan 20 % dari APBN kalau APBN 1000 T = maka anggaran pendidikan 200 Trilyun (30 x dana Century kekeke). Terus dana sebesar itu dipakai apa yah? sementara biaya pendidikan  semakin mahal saja.

Ini hanya curhat saja, sebagai orang tua saya akan berupaya mencarikan duit / uang untuk biaya pendidikan anak.

Tetapi jika anda mempunyai anak yang putus sekolah tidak bisa melanjutkan kuliah di PT  jangan kawatir: Saya bersedia membantu lewat program Pendidikan luar sekolah di Kampus Alam. Tapi jangan kaget kalau kampusnya masih ngontrak ukurannya hanya 10 x 6m2.

Tidak ada buku, tidak ada guru, tidak ada izasah,  yang ada adalah belajar bersama, belajar hidup, belajar sukses, belajar berwirausaha, dan akhirnya menjadi generasi mandiri yang tidak berkeluh kesah, tidak menyalahkan orang lain dan diri sendiri.

Tidak ada ujian masuk, yang ada adalah kesiapan mental, kesiapan batin bahwa kesuksesan tidak diukur hanya dari tingginya sekolah, tapi seberapa besar kontribusi untuk diri sendiri dan orang lain dan negeri yang sudah carut marut ini.

Hakekat Kelahiran dan Kematian

Disetiap renungan tengah malam saya selalu memikir tentang kelahiranku di muka bumi ini, kenapa saya dilahirkan, kenapa Tuhan memilih saya, kenapa kelahiran saya di kota jember, dari seorang petani, dari seorang ibu yang tidak pernah mengenyang dunia pendidikan (SD saja tidak pernah). Karena kedua orang tua saya beragama Islam, tentu saya juga beragama Islam.

Seumpama saya dilahirkan lewat Presiden Sby + Ibu Nani Yudhoyono saya tentu akan menjadi orang yang terkenal dan dihormati  (ngayal).

Atau seumpama saya dilahirkan di Israel, tentu saya menjadi orang Yahudi yang taat, dan tentu akan dimusuhi oleh banyak orang.

Hidup ini adalah penderitaan, dari penderitaan dan susah payah itulah akhirnya mencari dan terus mencari kenapa manusia dilahirkan, dan untuk apa?,  bukankah Engkau telah menciptakan Maikat yang selalu ta’at, yang  tidak pernah membantah dan tentu yang selalu beribadah tiada henti pada MU.

Inilah rahasia : bahwa pada keburukan dan kejahatan manusia masih ada yang Menyembah dan Taat padaMu. Bahwa diantara kemiskinan, kekayaan masih ada yang selalu Ingat padaMu.

Manusia lahir penuh dengan napsu, dengan napsu itu timbulah keinginan akan materi dan mempertahankan hidup, dengan napsu manusia bisa berkembang biak (hehehe), untuk semua itu butuh teknologi. Teknologi itu tidak lepas dari Hukum Tuhan. Dari situ manusia akan berfikir siapa dibalik semua Maha Arsitek Itu. Sampai akhirnya manusia menyadari : bahwa Dialah Tuhan, dialah Allah Yang Maha Besar. Itulah Jalan, Itulah Tempat Kembali. Itulah akhir dari kematian.

Maha suci Allah,  Maha Guruku, Maha Pententu Kelahiran dan kematian. Pemilik Rahasia dan hakekat kelahiran dan kematian.

Belum tentu jalan yang selama ini aku lalui benar, belum tentu prisip yang aku pegang benar, belum tentu kesuksesan yang saya rasakan juga benar.

Satu hal yang saya pegang teguh, dan semoga tidak salah : Bahwa aku hanya nyembah Tuhan Yang Menciptakan diriku, Tuhan Yang Menciptakan Alam semista ini.

Dan suatu hal yang saya rasakan, bahwa aku sangat bersyukur pada Allah, bahwa cobaan yang diberikan padaku bisa saya lalui tentu berkat PertolonganMu. Tetapi itu tidak seberapa dibanding Nikmat yang diberikan Tuhan pada diriku : Begitu Melimpah, Begitu Tiada Batas, seperti hidup dalam Kelimpahan dan Muzijat. Kau berikan aku Sorga di Dunia, dan semoga setelah mati kelak Kau Hadiahkan aku Surga, Tapi yang lebih dari segalanya jika Engkau memberi kesempatan untuk Bertemu Dengan Mu Ya Tuhan, dalam CintaMu, dalam KaruniaMu, dalam RidhoMu dan dalam Maha Pengasih dan Maha PenyayangMu.

Ya : Engkau adalah TuhanKu, kelahiranku adalah kehendakMU, dan tentu kematianku juga KehendakMu. Diriku dulunya tiada, kemudian ada, dan pada akhirnya kembali tidak ada.  Rasa syukur yang tiada tara aku panjatkan pada Mu, Kekaguman yang tida batas tentang ke Maha Besar Mu.

Ya Allah :  Semua adalah milikMu, tetapi keburukan, dosa, salah dan ketidak berdayaan adalah milikku.

Lailahailallah, Lailahailallah, Lailahailallah.

Renungan untuk diriku sendiri.

Mengenang Dua Tahun Ngeblog

Tidak terasa ternyata saya sudah 2 tahun ngeblog (menulis di blog), menulis apa saja (ketika itu saya berinama SEO tangan gatal). Tentu banyak tulisan yang bermanfaat, namun banyak sekali yang tidak bermanfat bahkan kadang menyesatkan.

Berikut adalah artikel pertama kali yanag saya tulis :

Selamat Datang di Blog Petani dari Kampung

Kesimpulannya apa pakde?

1. Kesimpulan ngeblok itu orang kurang kerjaan (hehehe) terutama bagi saya,
2. Bisa memuaskan bagi penulisnya (meskipun ga ada yang baca dan komentar)
3. Bisa untuk menyombongkan diri, hehehe (hasilnya akan banyak yang menghujat)
4. Bisa untuk menghasilkan uang (untuk review + pasang link   + pasang iklan)

5. Biar terkesan ngetop, apalagi pake blog berbayar (bukan gratisan, kekekeke)

6. Untuk menuangkan isi hati, uneg-uneg sehingga setelah nulis ada perasaan puas, lega gitu loh.

7. Menyalurkan napsu marah, dengan membuat tulisan daripada demo, tawuran, amuk masa (hahaha) mendingan nulis apa adanya (hati hati kalau keliru bisa kena UU ITE).

8. Bisa untuk mempengaruhi orang, menipu orang (tapi siap siap dipenjara, wah).

9. Dan ada 1001 alasan kenapa kita mesti ngeblok.

Catatan:

Semua terserah padamu, aku begini adanya, kuhormati ketulusanmu, mau menbaca dan meberi komentar pada blog ini.

Untuk anak anaku:

Jika kamu ingin mengenang, memahami pikiran papamu bacalah blog ini, jika suatu saat sumintar.com sudah disabled atau discontinue, carilah di asip di alamat ini:

http://web.archive.org/web/*/sumintar.com

Banyak dosa dan kesalahan yang telah saya lakukan, tidak mungkin aku tebus, tidak mungkin, kecuali Kau Maafkan, tidak mungkin aku masuk surga, kecuali Kau Berikan.

Yang lebih penting dari semua ini, aku bisa memahami kenapa aku dilahirkan, tapi yang paling penting bagiku adalah aku MengenalMU dan berjumpa denganMU, sebelum aku mati.