Pemaksaan Kehendak, Disintegrasi Bangsa, Hari Pahlawan, terpaksa saya angkat jadi judul hari ini karena saya sedih melihat negeri ini tiap hari diisi dengan berita pengemboman, pemaksaan kehendak, pembunuhan dengan mutilasi, tawuran antar pendukung partai dalam pilkada, tawuran antar mahasiswa, bentrok antar warga, sengketa tanah dengan kekerasan, Tawuran antara pengunjuk rasa dengan polisi. Lebih sedih lagi DPR / MPR sepertinya semakin tidak peka terhadap kondisi negeri ini yang sedang sakit, sensitif, dengan memberi tontonan yang banyak menyingung satu dengan yang lain.

Pemaksaan Kehendak

Kebebasan dan demokrasi sepertinya mulai kehilangan jati diri, demokrasi yang diagungkan bisa menjadi solusi disalah artikan sebagai pemaksaan kehendak, tidak ada yang mau mengalah, dan yang lebih parah setiap ketidak setujuan selalu dilanjutkan dengan kekerasan, tawuran, pembakaran, penghancuran gedung, cari maki, sumpah serapah, dan sifat sifat tidak terpuji lainnya.
Kebenaran tidak disampaikan dengan Santun dan Kasih Sayang

Jika kebenaran sudah tidak disampaikan dengan santun bisa saja orang melihat kebenaran itu menjadi bias, kebenaran disampaikan dengan kekerasan maka akan menodai makna dari kebenaran itu sendiri. Rasa simpati berubah menjadi empati, rasa hormat berubah menjadi rasa benci, toleransi berubah menjadi sifat saling curiga. Negeri ini benar benar sudah sakit, sakit parah dan kritis, Nilai nilai Kesatuan dan Persatuan saat ini sudah semakin menipis. Apalagi nilai nilai Kepahlawanan sudah semakin lirih terdengar.

Disintegrasi Bangsa

Perhatikan kasus yang terjadi saat ini, di maluku, di Papua, di Sulawesi dan di hampir seluruh indonesia ada bibit bibit disentegrasi. Jika suatu keputusan tidak sampai menyentuh ke kalangan yang terkena dampak, jika kalagan tertentu merasa tidak terakomudasi baik politik, ekonomi, sosial, budaya, agama maka itu awal dari benih disintegrasi. Kita sering tidak belajar dari para pejuang dan pahlawan yang dengan susah payah merajut negeri yang tercerai berai menjadi satu kesatuan yang kokoh. Kita sering lupa bahwa Indonesia itu berdasar Pancasila yang didalamnya berisi sila sila yang menyatukan negeri ini dari perpecahan. Sila yang mengajarkan suatu Nilai Agama yang tinggi, nilai pesatuan dan kesatuan, Nilai demokrasi dan mufakat, Nilai hak asasi yang dilindungi oleh Negara.

Negeri ini sudah banyak masalah, negeri ini sedang sakit parah, hendaknya jangan ditambah dengan masalah baru yang hanya akan menjadikan kesatuan dan persatuan bangsa porak poranda, terpecah belah, yang ujung-ujungnya kan menimbulkan konflik berkepanjangan, pertumbahan darah tanpa ada yang diuntungkan, kecuali negara lain yang memang lebih senang melihat bangsa kita hancur. Persatuan dan kesatuan adalah berkah dan rahmat dari Tuhan yang sangat berharga, mari kita syukuri.

Tepo Seliro, Tenggang rasa

Menjaga persaan orang yang tertindas itu penting, rasa saling menghargai dan mengormati itu sangat mendasar diperlukan jika kita ingin menjadi negeri yang besar, negeri yang terdiri dari banyak pulau, banyak budaya, banyak suku dan banyak Agama. Yakinlah sifat satun, sifat melindungi yang lemah sudah dicontohkan oleh para Nabi dan Rosul ribuan tahun yang lalu. Mereka mengajarkan kebaikan dan kebenaran dengah hati nurani, dengan kasih sayang, bahkan jika menyangkut agama sering mengatakan bagimu agamamu dan bagiku agamaku sebagai perwujudan rasa menghargai kak asasai manusia dan toleransi. Dengan cara dakwah yang santun dan penuh kasih sayang itulah akhirnya banyak umat tertarik.

Memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember

Kepahlawanan yang hakiki adalah sifat melindungi, sifat mengayomi, sifat berkorban demi orang lain, Tanggung jawab pribadi untuk menegakkan kebenaran dan ketidak adilan dari penjajahan. Meskipun saat ini sudah tidak ada penjajahan fisik tapi penjajahan non fisik masih sering terjadi. Rasa tidak aman, rasa terusir, rasa ketidak adilan adalah bentuk perasaan pribadi terjajah.

Hari Pahlawan harusnya menjadi momentum untuk instropeksi bahwa tanpa kesatuan dan kesatuan bangsa sangat sulit kita bisa membangun. Tanpa keinginan untuk saling berbagi saling memberi saling mengingatkan jika melakukan kesalahan adalah nilai nilai kepahlawanan yang harus tetap dijaga. Pahlawan dijaman moderen tidak harus perang, pahlawan bisa diartikan rasa nasionalisme untuk selalu ingin negeri ini bersatu, kuat, maju, jaya, dan disegani dan dihormati oleh bangsa lain. Sifat itu hendaknya terus ditumbuh kembangkan dalam setiap jiwa dan raga bangsa Indonesia.

Jiwa dan nilai kepahlawanan bermakna yang kuat mengayomi, yang lemah merasa aman, yang lebih berbagi yang kurang tercukupi, yang bernar mengingatkan, sayang salah merasa diperhatikan, yang memimpin meneladani rakyat mengikuti.

Nilai perjuangan 45 marilah kita gali lagi agar rasa persatuan dan kesatuan dan rasa memiliki negeri ini bangkit kembali, dengan menyumbangkan apa saja yang kita miliki dalam upaya memperkokoh tegaknya NKRI.

Berlomba Lomba dalam Kebaikan

Berlomba lomba dalam kebaikan adalah salah satu implementasi dari jiwa kepahlawanan. Kebaikan jangan diartikan sebagai pemaksaan kehendak, jangan dilakukan dengan kekerasan. Kebaikan haruslah berupa pancaran dari aktifitas yang bersifat membantu yang lemah, menolong yang membutuhkan, melindungi yang sedang bermasalah, mengingatkan yang salah dengan kasih sayang. Kebaikan adalah ruh dari kebenaran, kebenaran hakiki akan berbuah rasa nyaman, rasa merdeka, rasa saling menghormati dan menghargai pada siapapun, baik tehadap manusia, alam, binatang, lingkungan. Kebaikan besumber pada Tuhan, sedang keburukan bersumber pada setan.

Catatan:

Ini hanya catatan pribadi saya, tanpa ada keinginan untuk menjatuhkan siapapun, menyingung siapapun. menghujat siapapun. Ini hanyalah Keinginan saya sebagai rakyat kecil agar negeri Ini bersatu, merdeka, damai, Adil makmur, bahagia Lahir dan batin dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Menjadi kewajiban tiap warga negara bela negara, menjaga keutuhan, menghindari perpecahan dalam rangka negara Kesatuan Repuplik Indonesia.

Hasil pencarian untuk artikel ini:

pemaksaan kehendak (11), arti disintegrasi (9), pemaksaan (9), arti pemaksaan (7), contoh disintegrasi (7), contoh disintegrasi bangsa (7), ARTIKEL DISINTEGRASI BANGSA (5), disintegrasi bangsa (3), artikel usaha bela negara (3), pemaksaan negara (3), Arti disintegrasi bangsa (3), contoh disintegrasi di indonesia (2), semangat hari pahlawan (2), contoh bela negara (2), contoh artikel upaya bela negara di lingkungan sekolah (2), disintegrasi negara (2), kata kata pembangkit semangat bela negara (2), kasus disintegrasi di indonesia (2), sifat pemaksaan (2), pengertian pemaksaan kehendak (2)