Pensiun Setengah Hati, Suami Pensiun Istri Bekerja, Memang tidak adil, tapi itulah yang terjadi pada diriku. Mungkin ini cara saya agar semua orang disekitar saya harus mandiri, harus berdaya, harus bisa menjalankan roda perusahaan ketika suami masih ada atau pada saatnya jika suami sudah mati (semoga masih lama amin 33x).
Istriku Ternyata Tangguh, Dan ditangannya Usaha Lebih Maju
Jangan suka meremehkan istri, jangan sering merendahkan wanita, jika diberi kesempatan maka seringkali wanita jauh lebih tangguh dari laki laki, istri jauh lebih bisa membawa perusahaan, mengatur keuangan daripada para suami.
Terbukti di tangan istri saya Neny Setijowati perusahan pakde bisa berkembang, dan yang lebih menarik saya bisa pensiun dini, pensiun muda. Tidak adil? Tergantung sudut pandang dan cara pandang, karena jika dia ingin juga pensiun saya juga membolehkan. Hanya saat ini mungkin ujicoba dulu suami yang pensiun baru istri (hehehe, jangan marah).
Hampir 3 hari sekali Surabaya Pandaan Nyetir Mobil Sendirian
Karena saya menetap di Pandaan / Prigen Pasuruan maka istri yang hilir mudik Surabaya, Pandaan. Yang saya heran istri saya berani sendirian meskipun tengah malam harus ke Pandaan atau ke Surabaya. Ini salah satu ketangguhan yang dimiliki istri.
Mengurus Satu Anak, saya mengurus Tiga Anak
Agar beban istri tidak terlalu berat saya share dalam mengurus anak, istri lebih fokus mengurus 1 anak yang saat ini sedang mengikuti UNAS / UN untuk bisa melanjutkan di Perguruan tinggi.
Agar beban istri tidak terlalu berat maka ke 3 anak yang masih TK dan SD saya yang mengurusnya, terutama antar jemput dan mengurus mainan anak anak dari pagi sampai malam. Tapi beban saya ringan karena sudah disiapkan 2 pembantu untuk mengurus cuci baju, makan dan mengurus tidurnya, kecuali diatas jam 21:00 semua pembantu pulang dan saya yang melanjutkan memberi susu kalau tengah malam bangun minta susu.
Kesimpulan:
Saya sebenarnya ingin tetap terus bekerja, mungkin karena keterbatasan fisik saya (fisik, mata, dan daya pikir) maka tidak ada salahnya jika secara bertahap pekerjaan diserahkan pada orang lain termasuk istri.
Memang istri hanya membantu suami dalam mencari nafkah karena kewajiban ada di suami, akan tetapi tidak ada salahnya jika sejak dini memberi kesempatan, mengajari, memandirikan istri agar jika ada hal yang tidak diinginkan sehingga suami tidak berdaya, istri bisa mandiri dan tidak tergantung pada orang lain termasuk pada suami.
Tanggung jawab dan kewajiban tidak hanya memberi materi, memberi nafkah semata tapi menjadikan istri mandiri, istri berdaya jauh lebih bijak dalam rangka mendukung pemerintah dalam hal pemberdayaan perempuan (weleh…)
Kerja sama, keterbukaan, saling percaya, saling pengertiaan, saling melengkapi, saling menghargai sangat diperlukan dalam menjalin hubungan suami istri yang harmonis, bahagia lahir dan batin.
March 23rd, 2010
sumintar
Posted in
Tags: 
sip kang…
Reply
Reply
terimakasih pencerahannya, istri yg dapat dibanggakan, moga2 istri sy bisa seperti itu
Reply
Kita harus bantu membantu kang..yang tujuan nya hanya untuk keluarga!
Reply
Kesetaraan gender. Salam untuk istrinya mas.
Reply
istri yg kuimpikan bro…semoga besok istriku seperti itu, amin….
Reply
gender yg sederajat…jd jgn remehkan kaum hawa…thanks bro, atas artikelnya…
Reply
nice post, i like that artikel
Reply
Wah sip pakde
doakan juga semoga saya dapat istri yang saling mendukung dan tangguh seperti istri pakde, sehingga bisa pensiun muda kekeke
Reply
benar-benar pasangan yang saling melengkapi, sakinah mawaddah wa rahmah selamat menikmati masa pensiun pakde
Reply
Pasangan yang sakinah mawadah warahma.
Nice article..
Reply
begitulah hidup, ada teladan dan ada yang menjadi panutan… semoga tetap istiqomah..
Reply
luar biasa …. sungguh nikmat hidup ini jika dikaruniai istri yg sholihah …
Reply
Semoga Istri saya kelak juga demikian, yang penting saling menjaga perasaan
sudah termasuk surga dunia. heheheheh
sukses selalu untuk pakdhe
Reply
Bener itu pak. . . .istri juga harus dikasih kesempatan. Tapitetap suami yang pegang kendali. . .
Reply
emank seperti itu,,
pakde hebat,, bentar lagi kan hari kartini,,
bisa aja cari postingan yang menjurus pada kehebatan wanita seperti kartini
Reply
istri diciptakan dari tulang rusuk suami..tuk hidup berdampingan dan saling melengkapi..saling memberi dan menerima,so siapa yang bekerja didalam keluarga ga jadi masalah..suami or istri sama aja asal untuk kepentingan keluarga didasari pengertian kepercayaan dan keikhlasan…tak dukung bos….
Reply
senang bisa bertemu dengan orang rendah hati seperti anda:) yup… saya setuju wanita itu lembut dan menguatkan, mama saya seorang singe fighter dan tidak pernah mengeluh dalam membesarkan anak2nya
salut untuk wanita…
Reply
its very interesting article once friends, I really enjoyed it . best regard dog crates store 09:47
Reply
terbukti ternyata wanita tdk kalah dengan kaum pria…
keep semangat !!!
Reply
Mantap pak !
Reply
its very interesting article once friends, I really enjoyed it . best regard dog crates store 01:51
Reply
I was very impressed with the article you give, it seems you are a professional writer 03:37
Reply
Ah, saya rasa itu bukan masalah, Pakdhe. Suami istri itu kan partner to? Jadi, kalo memang suami sudah tidak kuat bekerja sementara kebutuhan amsih banyak, ya tidak ada salahnya istri membantu keuangan keluarga dengan bekerja. Btw, istri Pakdhe hebat bener ya?
Reply
really terrible article you give, I really liked it. awaited continuation next article 14:37
Reply
maju terus pak
Reply
Yang penting itu sudah menjadi komitmen dari kedua belah pihak tidak menjadi masalah dan yang paling penting harus senantiasa ada komunikasi and toleransi dari suami istri.
Reply
jadi team yang kompak..dan tangguh…. semua masalah pasti bisa di selesaikan…
Reply
bener kata bang haji..cari istri yg soleha..
Reply
Me too, ty for posting this..
Reply