Petani Sukses
Posted by sumintarJul 9
Petani atau tani atau pak tani adalah orang yang bergerak dalam bidang usaha pertanian terutama dengan melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menyuburkan, menumbuhkan serta memelihara tanaman (seperti padi, bunga, buah dan lain lain), dengan harapan untuk mendapatkan hasil tanaman kemudian bisa digunakan untuk kebutuhan diri sendiri atau menjualnya kepada orang lain yang membutuhkan. Para petani, pak tani juga bisa menyediakan bahan baku atau bahan mentah bagi industri, seperti serealia yang digunakan sebagai minuman beralkohol, buah untuk membuat jus, dan wol atau flax yang dipakai penenunan dan pembuatan pakaian.
Di negara yang sedang berkembang atau budaya pra industri, sebagian besar petani melakukan agrikultur subsistence yang lebih sederhana, pertanian organik sederhana dengan cara penanaman bergilir yang dilakukan sederhana pula atau cara lainnya untuk memaksimalkan dalam mendapatkan hasil, menggunakan benih dan bibit yang diselamatkan yang “masih asli” dari ecoregion.
Apa hubunganya dengan Petani Internet?
Saya mungkin sedang membajak istilah, dan tentu saya juga ada alasannya kenapa saya menggunakan istilah petani intenet, tani internet atau cari duit di internet, atau bikin duwit di internet.
Seperti dalam title blog ini “Bapak Saya Bertani Pakai Cangkul di Sawah, Saya Pakai Blog di Ladang Internet”, sebagai motivasi saya untuk melanjutkan usaha bapak saya.
Tapi sedang masalah, sebab bapak saya sudah tidak memiliki sawah lagi, karena sudah dijual semua untuk meyekolahkan anaknya dan sudah dibagi bagi semua ke anaknya, sehingga beliau tidak memiliki sejengkal tanahpun untuk bertani. Makanya sekarang beliau sudah pensiun jadi petani. Karena sudah sepuh dan tidak mampu bekerja lagi bapak saya yang bernama Suepardi, tidak kurang akal, sekarang sedang bertani untuk di panen di hari nanti di alam yang lebih nyata atau kampung hidup abadi setelah mati. Semoga Tuhan Berkenan menerima semau kebaikan yang sudah dilakukan di Dunia yang sebentar ini.
Lahan semakin meyempit, apakah saya harus menebang hutan untuk dijadikan pertanian?
Melihat asap kebakaran hutan yang menutup udara,
melihat banjir yang menerjang perkampungan,
melihat longksor yang meluluh lantakkan pedesaan.
Maka tidak ada salahnya mencari alternatif lain yang lebih baik tanpa membakar, menggunduli dan merusak hutan yang sudah semakin sempit itu. Maka ketika ada kabar bahwa internet bukan hanya digunakan untuk chating, browsing, kirim email, lihat photo bugil, video porno, dan hiburan lain yang tidak menghasilkan uang, ternyata internet bisa menghasilkan uang, menghasilkan duit, panen duit, panen uang, panen rupiah, lebih lebih PANEN DOLAR, maka saya mulai berfikir kenapa tidak bertani di Internet saja.
Maka timbulah gagasan saya untuk memberi istilah Petani Internet, saya yakin istilah ini sudah banyak yang menggunakan, tapi untuk mempopulerkan tidak ada salahnya saya juga menggunakannya juga. Dengan tujuan yang sudah saya sebutkan tadi yaitu Penyelamatan Hutan dari Pembakaran, Penebangan, Penggundulan dan Perusakan hutan lainnya, yang sudah nyata-nyata efeknya bisa merusak bumi surga dunia tercinta ini.
Apa bertani di internet mudah?
Pertanyaan berikutnya yang akan muncul, menurut saya meman tidak mudah, alias sulit, alisa ANGEL POL. Terus? saya juga bertanya apakah bertani di alam nyata di sawah juga mudah? Ternyata jawabannya sama ya sama sama susahnya.
Bertani sekarang tidak seperti jaman dulu, lahan di sawah sudah terbatas, sewa tanah mahal, harga bibit mahal, harga pupuk mahal, harga obat mahal, harga pengola / buruh juga mahal. Tapi yang lebih menyedihkan adalah kadang harga Panen tidak sebanding, kadang tidak untung, dan lebih mengenaskan lagi bahkan merugi. Menyedihkan memang jadi petani cobalah menengok di desa, cobalah melihat kehidupan petani di desa, perhatian pemerintah belum menyentuh kesana. Tapi juga banyak juga petani alam nyata yang sukses luar biasa. Jadi intinya saling memberi manfaat antara petani alam nyata dan petani alam maya.
Seberapa susah bertani di Internet, apa yang ditanam?
Nah saya juga bingung apa yang harus di tanam, kan tidak ada tanah, tidak ada air, tidak ada menteri pertaniannya.
Ternyata memang tidak ada secara real, fisik, tapi ada secara maya lokasinya tapi masih bisa dilihat hasilnya.
Areanya atau lahannya adalah bernama hosting,blog,
lokasi atau alamatnya adalah domain,
Bibitnya adalah ide, kreatifitas, content, theme, dan plugin, web style,
Airnya dan pupuknya adalah trafik, pengunjung, komentator, Social bookmarking, SEO,
Hasil Panennya adalah : Rupiah, Dolar, E-Gold,
Sertifikatnya adalah : Alexa, Google Pagerank,
Sekolahnya adalah : membaca, googling, jalan jalan ke blog/kampung tetangga.
Lokasi Pasarnya adalah : Iklan, Social Nerworking, Social bookmarking,
Meyimpan Banknya adalah : klikbaca.com,bankmandiri.co.id, paypal.com,
Untunya buat pemerintah adalah: Devisa, Pajak, Demo berkurang (sibuk urus blog/web sih),
Untungya buat petani Internet: Petani Sukses, Dapat Dolar tiap detik, Jam, Hari atau Bulan,
Punya tanah luas tanpa batas tidak perlu PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), tapi PBB (Penghasilanya Beh, Beh… kecilnya kadang 0 dolar kadang 0.01 tapi kadang Beh Byuh gedenya sampai dengan ratusan juta / bulan)
Resikonya : Di Suspend, di Banned, di Disabled, Kejadian yang Juga menyedihkan.
Tanaman, Air dan Pupuk yang Sebenarnya adalah:
Ketabahan,Kejujuran, Ketekunan, Keuletan, Ketahanan dengan visi dan misi yang kuat untuk Sukses.
(Maaf urutan tidak harus seperti di atas, saya hanya kira kira saja, tiap orang bisa beda beda, mohon ditambahkan di halaman komentar)
Terima kasih atas air dan pupuk yang anda berikan ke ladang ini.






bertani didunia maya memang sulit, apalagi kalo pagerank na dihantam mbah google..
Reply
lagi mengumpulkan bibit unggul ni biar bisa menanam di beberapa sawah dunia maya
Reply
Wah oleh-olehnya manthap nih pak… tapi hasil panennya bagi2 dunk hihihi
Reply
pas saya liat gambar diatas, saya termenung sebentar.., 15 menit kemudian dalam hati berkata “ooo.. itu foto nya mas sumintar..”
Reply
sumintar reply on July 9th, 2008 04:13:
Wah komentar mas Juned saya tidak bertanggung jawab loh…
Kecuali sampean masuk penjara saya bagian besuk/berkunjung gak papa.
wah…..
Reply
Ecko reply on July 9th, 2008 09:59:
Iya, saya juga begitu. Trus saya langsung mabtin begini, “kok mirip Presiden siapa gitu ya?”
Reply
Wah saya sangat terkagum- kagum atas karya anda yang begitu dahsyatnya yang mana patut unuk dibuat panutan dan juga pedoman yang sangat tepat.Saya sangat berharap kalau anda mau membuat karya- karya yang lain yang kedepannya anda akan sangat membantu banyak kalayak umum. Yang mana jika publik membaca kiat- kiat jitu anda tersebut akan merasa kagum dengan anda.Bagi saya pribadi, karya- karya anda sanagt membantu saya dalam peningkatan kapasitas pengetahuan saya dan wawasan saya yang mana saya masih sangat membutuhkan karya- karya anda dari yang sekarang sudah anda ciptakan sampai karya- karya yang lain yang insya Allah akan menyusul dan akan sangat membantu saya kedepannya pula.Senang telah membaca karya- karya anda dan saya tunggu karya- karya anda yang mungkin lebih aneh lagi dan tampil beda dari yang lain dan sangat berperan penting bagi semua. Akhirnya saya atas nama para pembaca dan pengagum karya- karya anda, saya mengucapkan banyak- banyak terima kasih.
Reply
pakdhe sumintar masih cuti yah???penggemarnya banyak yang nunggu balesan komen tuh pakdhe…hehehehe
Reply
blogger tips reply on May 9th, 2009 15:44:
emang pak the cuti ke mana…
Reply
Yup bener kang nasip petani memang mengenaskan…, dukunganpemerintah pun minim malah kadang merugikan mereka…, oh nasib petani…
Reply
saya ngiri dech, padahal saya yang kuliah pertanian nggak kepikiran kayak gini he he he he
Reply
tukang nggame reply on May 9th, 2009 15:39:
he..he.. swahnya beda ya…
Reply
[...] siapa orangnya (agar pak tani lebih objecktif). Ternyata semua program memikirkan petani (kecuali petani internet), maka saya tambah bingung [...]
mari bertani atau beternak di Internet
Reply
Maaf pakdhe.. Baca-baca file lama.. Biar tambah semangat..
Reply
wah, semoga aja pak de bisa sukses jadi petani internet
Reply
sebentar lagi kita swasembada pangan lho, gara2 pak de sukses jadi petani teladan
Reply
petani sukses memang jadi dambaan negara dan masyarakat, sukses selalu pak de
broadband in internets last blog post..Broadband in internet & Broadband companies
Reply
sepertinya pak de sudah menjadi petani internet yg sukses nih, tetap semangat pak de
Reply
kisah yang bisa membangunkan bulu kuduk… jehehehe
belajar bisnis onlines last blog post..7 Dasar Belajar SEO
Reply
semoga banyak petani indonesia yg semakin sukses seperti pak de
Reply
Saya juga sedang berusaha menggarap lahan di dunia maya. Salam kenal ya om
fuadis last blog post..Pay To Review Dari Blogvertise.com
Reply
yups bener..sudah saatnya kita bertani di dunia maya soalnya lahan pertanian sekarang pada susah cari airnya..
Reply
buat petani muda kayanya lebih oke kalau di lahan sawah maya
Reply
sawahnya ada yg gratis
Reply
oke punya pokoknya.. coz bisa di kerjakan siang malam, panas hujan
Reply
Sawahku di serang wereng pa’ dhe..
Reply
wereng nya sawah onlinne emang lebih ganas
Reply
aku dapat wereng dari 000webhost yg aku pake, jadi mkata report mbah google sih suruh nunggu 60 hari
Reply
tidak ada menteri pertaniannya…haha…yg ini lucu…
Reply
sepertinya pak de sudah menjadi petani internet yg sukses nih, tetap semangat pak de
Reply
memang kalo bertani awal nya “susah”, tapi kalo udah ketemu “jalan” nya, jadi lancaRR..
digital mp3 playerss last blog post..Touch Screen Protector
Reply
bertani y berarti di tanah bukan di internet,klu smua main internet,emang pdi bsa tmbh di intrent,mau mkan apa bngsa di dunia ini
Reply
?????????. ??? ?????? ??, ??? ??? ????? ????
Reply
memang indonesia sekarang susah untuk menjadi petani beneran, so.. ya ikutin pakde aja ah.. jadi petani internet…
Reply
Bertani emank enak, apalagi kalau bertani di rumah sambil melototin laptop
Reply
wow. sukses terus.
Reply
good post lanjut om.
tips yahoo answer indonesia
Reply
yang saya tahu bertani nyata dan bertani internet sama-sama membutuhkan pengorbanan dan kerja keras yang sama pak de
Reply
Orangtua saya juga petani, tahun 2000 saya kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Nasional Jakarta, dan setelah lulus sekarang saya jadi petani juga. Aku bangga jadi petani dan sesuai dgn pepatah yg mengatakan like father like son.
Reply
mantap jga t2 bertani diinternet..
sya juga mw!!!!
Reply