Porno dan Sex
kedua hal ini menjadi ramai diperbincangkan di internet karena memang itu dibenci dan tapi dilakukan.
Saya heran kenapa justru semkain dilarang semakin orang ingin tahu, tapi kalau gak dilarang (terutama untuk anak anak) juga tidak baik.
Solusi yang paling mudah adalah melakukan blokir terhadap situs porno, dan situs yang berbau sek, sex atau situs lendir (istilah om cosa aranda).
Dengan semakin mudahnya dan murahnya hosting dan domain maka cara tersebut jadi tidak efektif dan malah memunculkan ide orang nakal untuk membut situs baru.
Bahkan kalau hanya di blog ip / situsnya ternyata dengan mudah di akses lewat web proxy.
Itulah repotnya hidup di jaman yang serba terbuka, bebas dan banyak alternatif ini. Memang ada software yang bisa memfilter content / isi dari setiap yang dibuka, tapi kalau berupa gambar, wah tambah repot, komputer canggih saat inipun tidak bisa membedakan mana gambar porno, sex, sek dan gambar baik. Bisa saja dicek nama misal sexsi.jpg tapi kalau sama anak nakal diganti indah.jpg gimana?
Solusi paling baik menurut saya sih:
Karena pornografi dan sex melekat pada diri kita maka tinggal kita sendiri yang harus melakukan pro aktif baik terhadap diri sendiri dan anak anak kita yang masih dibawah umur. Bilang saja jangan buka gambar itu belum waktunya, dan kalau sering-sering bisa tidak bagus dan bisa membuat otak kita rusak dll. Berdosa dan dilarah oleh agama kalau melihat gambar itu, dan dari pada buka itu yang lain kan banyak, cari mainan yang lain yang lebih mendidik.
Saya yakin jika dikasih pengertian dan penuh kasih sayang pada anak / adik kita maka dia akan menyadari bahwa memang belum waktunya, dan tidak baik untuk kesehatan (hehehe). Apalgi kalau diberi alternatif yang mendidik, belajar agama dan tentang kebaikan, game kecerdasan, belajar bahasa inggris, film kartun yang mendidik dll.
Kalau masih terus lihat gambar lagi, yah kita cari solusi yang lain misal diancam tidak diberi uang jajan, tidk di ajak jalan-jalan, dll.
Kalau masih gak berubah, wah saya juga bingung, Repot itu mungkin Otaknya memang Porno dan mesum, tunggu waktunya saja kalau udah menginak dewasa segera dikawinkan saja, agar segera bosan sama porno dan tidak membuka situs porno lagi.
Kalau masih membuka juga, memang dia itu masuk golongan manusia Porno, dan tidak bisa lepas dari porno? apa anda juga termasuk golongan ini? heheheh.
Maaf kan ini pendapatan saya pribadi, kalau anda punya pendapat lain silahkan kasih komentar? saya hanya manusia biasa yang banyak salah,
Kalau udah tahu gitu kok nulis? yang ini bagian dari menulis tiap hari agar trafiknya naik? hehehe itulah gunanya blog bisa menulis tanpa di sensor orang lain, kecuali hacker yang bisa membobol, tapi kebanyakan hacker gak suka merusak blog yang belum populer, wah
Selamat berkarya, dan Go to Traffic Boster.
















yudi says:
June 8th, 2008 at 1:49 am
sex? ga tabu ah hehe
[Reply]
sumintar says:
June 8th, 2008 at 2:03 am
Yang tabu itu kalau anak-anak,
kalau orang tua, apalagi keluraga, makanan yang gak habis habis,
waduh……
[Reply]
brokethesoul says:
June 8th, 2008 at 7:59 am
langsung tercium artikel yang berbau sex
[Reply]
Petani Internet Indonesia reply on June 9th, 2008 12:30 am:
Tahu aja mas broketheseul kalau bau sex, heheheh
[Reply]
aLe says:
June 8th, 2008 at 8:43 am
belum berani bhs gituan, blm baliq ^^
[Reply]
Petani Internet Indonesia reply on June 9th, 2008 12:30 am:
belum berani bahas, tapi suka ngitip yah….
[Reply]
Diah says:
June 8th, 2008 at 9:23 am
Emang kalo’ pikiran udah porno susah untuk lepas dari porno
[Reply]
Petani Internet Indonesia reply on June 9th, 2008 12:32 am:
sepertinya sih, gitu mbak Diah, kecuali yang udah tobat, soalnya habis kena razia… (wah opo hubungannya yah…)
[Reply]
www.distancelearningonline.biz says:
June 8th, 2008 at 2:59 pm
Betul pak itu, bahkan porno bisa bikin otak kita macet buat mikir
[Reply]
Petani Internet Indonesia reply on June 9th, 2008 12:32 am:
Yas mas, macet buat mikir yang gak porno…..
[Reply]