Repot dan Mahalnya Menjaga Gengsi

Saya sering melihat orang yang hidupnya hancur, terpuruk, terseok, jatuh bangun hanya gara gara menjaga gengsi. Repot dan mahal ternyata menjaga gengsi itu sampai samapai seluruh hidup menderita karenaya.

Agar gak jauh jauh dan tidak ada yang marah saya sendiri contohnya.

Jujur saya mungkin orang yang paling sederhana di dunia (pada saatnya akan saya tulis apa bukti bahwa saya sederhana). Tapi karena saya harus sekolah sampai tinggi (perguruan tinggi) dan punya gelar maka saya tidak sengaja harus berbuat seolah-olah sukses, seolah olah kaya, se olah olah ngetop. Dulu saya terbiasa jalan kaki sekarang kalau tidak bawa mobil gengsi. Dulu jangankan beli mobil baru, ada mobil lewat saja saya langsung lari dan membau asapnya udah puas. Dulu saya harus menjadi pembantu rumah tangga kalau ingin tinggal di rumah yang bagus, sekarang banyak rumah bingung mengisinya.

Hidup diatur oleh gengsi sungguh seolah olah enak tapi menderita

Jika semua ada, duit ada, rumah ada, mobil ada, warisan ada, mungkin tidak terasa harga gengsi itu tapi jika semua tidak ada dan saya harus menaikkan gengsi dan menjaganya, benar benar repot dan mahal. Untuk memenuhi semua kebutuhan agar pamor naik, gengsi naik sering segala cara dilakukan sehingga tampil seolah olah enak, mewah dan kaya tapi apa yang terjadi hidup menderita karena harus memikirkan bagaimana mencarinya, bagaimana menjaganya agar gengsi bisa bertahan. Apa kata dunia kalau jatuh, malu donk, gengsi donk.

Pengaruh Kota, Pengaruh TV, Pengaruh Iklan Sungguh Menyesatkan

Saat ini banyak cara pintas, jalan pintas yang dilakukan orang untuk menjaga gengsi, kota menjanjikan kemewahan, TV menampilkan gaya hidup glamor, Iklan memaksa kita untuk membeli apa saja meskipun tidak dibutuhkan. Semua itu hanya karena ingin menjaga Image, menjaga gengsi, nge trend, mengikuti jaman. Akhirnya segala cara dilakukan : Ambil kartu kredit untuk membeli produk jaga gengsi, kurang banyak ambil CC lagi, akhirnya lupa bayar, akhirnya dipaksa bayar, akhirnya cari hutang sana sini dan akhirnya sadar : Repot dan mahalnya menjaga gengsi, kapok deh.

Gali Lubang Tutup Lubang, Bayar Hutang dengan Berhutang

Banyak orang tua yang banting tulang untuk menyekolahkan anak setinggi mungkin, itu bagus itu kewajiban akan tetapi jika sekolah tinggi hanya karenea gengsi bukan karena anaknya pintar dan sesuai bidang maka perlu dievaluasi apakah itu karena gengsi atau memang kebutuhan.

Banyak dari kita terutama saya (hehehe), yang dengan berhutang untuk bisa beli TV LCD besar, beli mobil mewah, beli rumah mewah, makan di restoran mewah, acessories mewah,  bisa jalan jalan keluar negeri  hanya demi jaga gengsi. Maka harus berhutang sana sini tanpa melihat kemampuan finansialnya. Enak memang, keren memang, gengsi naik memang, tapi jika kebanyakan hutang bisa bisa hutang ga lunas lunas gali lubang tutup lubang bayar hutang dengan berhutang (ampun deh).

Dompet Tebel, Banyak Kartu Kredit daripada Kartu Debet

Ini juga bagian dari gaya hidup mewah, bawa tas keren, dompet tebel tapi banyak  kartu kredit CC daripada kartu debet. Kartu kredit identik dengan hutangm kartu debet identik dengan banyaknya simpanan. Sepintas tidak ada masalah jika kartu kredit hanya untuk gagah gagahan saja, tapi kalau sering digesek dan lupa bayarnya bisa bisa kena blacklist oleh bank seluruh Indonesia dan akhirnya tidak bisa pinjam uang di bank dengan cara apapun. Hati hati bagi para pemegang kartu kredit jangan suka gesek tapi ga suka bayar cicilannya (kekekeke).

Makan Serba Amerika, Serba Fastfood, Padahal dirumah sudah tersedia nasi putih, sayur bayam, ikan pindang.

Padahal dari segi kesehatan makanan yang serba barat dan amerika dan serba luar negeri belum tentu baik. Tapi ya itu gara gara menjaga gengsi maka tidak perduli semua dilakukan. Keren gitu loh. Kalau sudah begitu makaanan asli buatan sendiri terasa tidak enak, tidak elite, dan tentu gak gengsi.

Ganti ganti HP, Ukuran Gede, Terbaru tapi ga Tau Fungsinya

HP terbaru menjadi impian, kalau ga terbaru ya gak gaul donk, meskipun fungsinya hanya SMS itupun hanya SMS rumpi / gosip dll. Inilah jebakan dari para Provider GSM / CDMA kita ini tidak terasa menjadi sapi perahan mereka, celakanya bangga banget jadi gaya hidup konsuptif. Bisa ngechat, bisa kirim gambar (porno lagi) wah semua ini terpedaya oleh gengsi.

Memang sih HP bisa untuk bisnis tapi berapa persen yang bisa didayagunakan. Paranya lagi HP bukan hanya satu dua bahkan menjadi koleksi.

Wah kok aku malah ngegosip toh rek, wis wis wis tambah suwe tambah ngelantur ngalor ngidul,  ga dapat pejalaran malah dapat dampratan mengko karo pembaca yang tersinggung, tapi kan aku udah bilang ini contohnya saya, bukan orang lain.

Hasil pencarian untuk artikel ini:

berhutang karena gengsi (1), gara gara gengsi menderita (1), gengsi itu mahal (1)
You can leave a response, or trackback from your own site.

40 Responses to “Repot dan Mahalnya Menjaga Gengsi”

  1. Khadafi says:

    Aku bersyukur karna bisa menyampingkan gengsi demi kepentingan bersama

    Reply

    pernikahan adat reply on January 12th, 2010 16:36:

    Untung saya rakyat kecil pak, mana bisa gengsi-gengsian kayak gitu, gak ada modal pak.. Hidup Sederhana adalah pilihan satu-satunya.

    Reply

  2. Orispa says:

    Saya setuju dengan pernyataan bahwa gengsi itu mahal harganya. Kalau kita perhatikan orang-orang yang sukses dari hasil jerih payahnya sendiri, pada umumnya mereka berawal dari bekerja keras dan tidak mengenal kata gengsi. Oleh karena itu, bagi kita semua yang ingin memiliki gengsi, sebaiknya mulailah dengan bekerja keras untuk memperoleh kesuksesan yang sesungguhnya. Setelah itu, hasilnya dapat digunakan untuk menjaga gengsi. Namun demikian, janganlah meninggalkan amal bagi mereka yang belum beruntung.

    Reply

  3. Pokok aku gengsi karena jarang main ke tempat Pak Dhe ini :lol:

    Reply

  4. Ongki says:

    kalau semua orang mentingin gengsi, bisa kacau..

    Reply

  5. bolehngeblog says:

    betul mas…
    kayak sekarang, zamannya hp qwerty, dimana blackberry merajai pasar gengsi…karena gengsi juga, orang2 lebih memilih hp qwerty yang bukan bb…itu hanya salah satu trik marketing saja, dimana para marketer menggunakan gengsi sebagai isu penjualan barangnya

    Bolehngeblog

    Reply

  6. anak_santai says:

    gengsi..? menurut saya sih tergantung situasi dan kondisi…
    cukup hidup sederhana, santai dan apa adanya :) heehe…

    Reply

  7. spydeeyk says:

    dalem tulisannya pak de.. :) , serasa kena sentil diriku bacanya..

    Reply

  8. Hidup memang penuh gengsi, tapi jangan sampai gengsi itu menjadi yang utama di dalam kehidupan kita.
    Contoh nya aku punya teman yang selalu terobsesi untuk bisa kerja dengan menggunakan pakaian-pakaian mewah, meskipun dia di gajih rendah.
    Mungkin dia hidup dari makan gengsi.

    Reply

  9. dangduters says:

    alhamdulillah saya bisa mengesampingkan gengsi, buktinya saya masih suka lagu dangdut.. yang lain gengsi lagu dangdut. padahal dengerin lagu dangdut ga bayar mahal… yang enak adalah hidup pas pasan, pokoke pas kita mau “apa” pas ada “apa”….

    Reply

  10. kadang2 untuk beberapa alasan gengsi itu memang perlu sahabat
    Salam Persahabatan

    Reply

  11. xtin says:

    wah pengalaman hidup lah yang dapat menekan gengsi. salam kenal bos

    Reply

  12. Betul bang, tidak baik gengsi yang berlebihan.
    Kita harus mensyukuri apa yang sudah kita raih dan menikmatinya.

    salam : reviews

    Reply

  13. Aku tidak gengsi walaupun aku tidak punya apa apa, biarlah aku memakai browsing lama (IE6) meskipun skrang semua sudah memakai browser yang baru, tapi aku tetap update Financial software programs saja ;)

    Reply

  14. indonesiaHAI says:

    Saya bingung, kok punya cc jadi simbol kebanggaan ya oleh beberapa pihak? Apa marketing teamnya yang keren ya.

    Reply

  15. daku dan dia says:

    yg namanya gengsi, kalau ga tepat penempatannya bisa jadi sengsara. silahkan coba

    Reply

  16. Nyak Neea says:

    “Gali Lubang Tutup Lubang, Bayar Hutang dengan Berhutang”

    kata kata yang pas banget buwat akuw…….

    Reply

  17. blog iseng says:

    Emang susah deh klo terlalu mentingin gengsi.. Tapi kadang gengsi juga bisa buat orang menjadi bersemangat kalau penempatannya bener.

    Reply

  18. Yaaa.. Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung katanya… di indonesia sangat jamak pegawai gaji 1.5 juta per bulan harga handphonenya 3 Juta… sesuatu yang sangat tidak logis… but it happens mostly… Salam Sukses Dari Semarang… :)

    Reply

  19. budiono says:

    makan tuh gengsi… heheheeh…

    Reply

  20. indra says:

    wah kasihan itu orang sering-sering aja dengan lagu tombo ati Opick

    Reply

  21. sebenarnya kita nggak boleh munafik, sebab rata rata manusia banyak melakukan apapun demi gengsi, ngejual tanah beli mobil buat gengsi……, ngeroko marlboro yang harganya…. demi gengsi, nyari istri cakep demi gengsi, terus banyak lagi deh pokonya semuanya demi gengsi
    sorry hanya bercanda
    makasih pak de untuk artikel yang bagus ini

    Reply

  22. GENGSI!! “Demi mengejar kamu aku sampai banyak hutang” kata pakdhe sumintar.. heehehehe kreatif banget pakdhe!

    Reply

  23. Miss Drive says:

    zaman sekarang semua telah diukur dengan materi, baju bagus, hape keluaran terbaru, rumah mentereng, sampai mobil mengkilap. Kalau tidak punya itu semua, sepertinya orang merasa tidak pede.

    Reply

  24. ali says:

    untung saya orangnya ngga mikirin gengsi!

    Reply

  25. saya tidak pernah merasa gengsi dalam hal apa pun,kita harus bersyukur pada apa yang kita punya n raih sekarang,emang sih zaman sekarang semuanya telah diukur dengan materi tapi kita harus mengintropeksi diri apa kita bisa dengan tidak melakukan hal yang merugikan kita ato bisa mensengsarakan kita kalau jalan yang kita lalui tidak benar ya kan….saran saya gengsi to harus tapi jangat terlalu yah……..

    Reply

  26. kalau terlalu gengsi bisa ga makan makan tuh…

    Reply

  27. langit tak perlu mengatakan kalau dia itu tinggi,, kesombongan yang ada pada diri , terkadang membuat orang menjadi lelah untuk menjaga gengsi, imaje, pamor, popularitas atau apapun namanya,, rasa genggsi hanya akan menyiksa diri karna selalu di perbudak oleh keinginan yang tak pernah berujung, bersyukurlah bagi kita yang terlepas dari keinginan2 yang menyesatkan,…….

    Reply

  28. Tegoeh_Chuzy says:

    gengsi bikin mabuk dan kepayang

    Reply

  29. Tegoeh Chuzy says:

    gengsi gerbang putus asa

    Reply

  30. jangan mikir cuma gengsi,banyak yang lebih buruk dari kita nasibnya…ok

    Reply

  31. Bali says:

    itulah hidup,,,kudu sabar menjalani

    Reply

  32. Tegoeh_Chuzy says:

    jalani hidup penuh semangat tanpa gengsi

    Reply

  33. ayo kembali ke gaya hidup minimalis he he he

    Reply

  34. Kalau kita perhatikan orang-orang yang sukses dari hasil jerih payahnya sendiri, pada umumnya mereka berawal dari bekerja keras dan tidak mengenal kata gengsi. Oleh karena itu, bagi kita semua yang ingin memiliki gengsi, sebaiknya mulailah dengan bekerja keras untuk memperoleh kesuksesan yang sesungguhnya. hasilnya jerih payahmu dapat digunakan untuk menjaga gengsi.

    Reply

  35. arya says:

    sampai sekarang saya tidak bekerja karena menjaga gengsi, harus mendapatkan kerjaan yang adda gengsinya! so crazzy bukaan.. ada ga obat buat ilangin gengsi :)

    Reply

  36. KETUT says:

    artikel yang ssangat menarik.. thanks ya infonya

    Reply

  37. gengsi yang tak terkendali hanya buat letih dah menyiksa diri, hiduplah dengan apa adanya dan dan tanpa malu walau keadaan tak seindah kebanyakan film di tv. hidup dengan kesederhanaan akan mendekatkn seseorang pada kedamaian dan kebahagiaan………….

    Reply

Leave a Reply

reverse phone lookupTattoo DesignsSEO