Seberapa parah korupsi di Indonesia?

Seberapa parah korupsi di Indonesia? jawabnya sebenarnya pendek dan tidak bertele tele!

Yaitu : Jika anda yang merasa sok bersih,  dan diangkat jadi Pejabat anda pun tidak beda dengan yang lain, juga ikut korupsi (bahkan lebih parah). Karena korupsi memang sudah membudaya.

Maaf dan sekali lagi beribu maaf,

Tidak percaya? buktikan.

Tambahan Artikel: Ini bisa lebih bertele tele.

Contoh kasus yang lagi hangat: Kasus Korupsi Kemenpora, Kasus bapak Nazaruddin:
Setiap Kegiatan Partai mebutuhkan dana (apalagi kalau kegiatannya mewah / megah). Dibutuhkan donatur. Donatur tidak mungkin mau tanpa ada timbal balik (kadang diberi jabatan). Dontur butuh cashflow besar Cashflow besar butuh proyek besar. Proyek besar butuh power besar. Nah disini pangkal / awal mulai KKN itu (semua pasti pada tahu, kenapa saya jelasin yah, hehehe).

Gak usah jauh jauh, ketika kita melakukan jual beli Tanah yang masih Petok D (belum sertifikat).
Jual beli butuh legalitas, khusus tanah / rumah yang statusnya petok D, butuh mengurus tetek mbengek dan semua butuh persetujuan Lurah/kades/Camat. Untuk menjadi kepala desa butuh dana (money politics), dana bisa saja dari ngutang/Jual aset. Utang/jual aset butuh bayar, bayar butuh sumber dana, nah disiini awal ekonomi biaya tinggi itu. Biaya yang mestinya hanya 1 persen bisa membengkak menjadi 5 pesen, bahkan 10 pesen dari nilai Jual / beli Tanah sawah. Karena kalau hanya komisi 1 persen, kapan utang pak Kepala Desa bisa Kembali atau untung…..

Contoh lagi dalam Dunia Pendidikan di Indonesia

Agar anak kita, bisa bagus prestasi dan  sekolah bonafide tentu butuh PTN yang bagus. PTN bagus butuh dana, karena sudah merasa menjadi Badan Usaha Milik Negara yang mandiri, maka harus mendapatkan duit. Duit itu antara lain dari SPP dan Sumbangan Lain yang nilanya tidak masuk akal, contoh yang saya alami lebih dari Rp. 50 Juta, Nah disini awal dari korupsi itu. Loh? Iya, Bagaimana mungkin seorang yang berpenghasilan 2 Juta / bulan bisa menyekolahkan/menguliahkan anak kalau tidak : jual Tanah (kalau punya), Pinjam (kalau ada yang mau ngutangi), atau yai itu tadi si Korupsi (kalau ada jabatan), Ngrampok (kalau berani).

Jadi pakde Korupsi donk?, Nah saya termasuk orang yang beruntung, karena masih ada yang percaya memberi hutang dan saya bukan Pegawai negeri. Jika tidak dan saya punya jabatan basah, apalagi Iman rendah, gimana tidak memilih korupsi, Kekeke.

Jadi Kapan Korupsi Berhenti

Nah itu bukan tugas ringan, Omong Berantas Korupsi Gampang, Omong Anti Korupsi Mudah, Demo Anti Korupsi Apalgi lebih mudah lagi.

Ini kira kira yang bisa membuat korupsi berhenti dengan sendirinya.

Dari sisi Rakyat :
0. Menjalankan Secara Maksimal Ajaran Agama Masing masing.

1. Mulai dari Diri Sendiri, Jangan mendekati Korupsi (ini yang paling sulit)
2. Menjadi Pengusaha / Enterprener yang sukses dari bawah  (butuh waktu dan perjuangan panjang, apalagi anak petani, dan pegawai rendah)
3. Pemberdayaan Masyarakat sekitar dan penciptaan lapangan kerja, bukan bagi bagi uang tapi bagi bagi tugas dan pekerjaan,
Jika anda orang kaya jangan lupa Zakatnya, mengambil pembantu, kalau bisa gaji UMR (kebanyakan kita memberi dibawah UMR)

4. Mendidik anak kita menjadi pekerja keras, suka menolong, dan mandiri.
5. Memberi contoh / keteladanan, bukan hanya omong

6. Meningkatkan rasa solider, gotong royong, simpati.
7. Hidup lebih sederhana, suka menolong, memdahulukan kementingan orang lain.

 

Dari Pihak Pemerintah / DPR dan Pejabat Tinggi Lainnya

1. Mulai dari Presiden Harus bisa memberi contoh dan keteladanan. Sesuai antara ucapan dan tindakan.
1.1.  Cobalah setiap acara lebih sederhana, bersahaja dan kurangi biaya tinggi.
1.2. Lebih banyak rapat mengurus rakyat, bukan rapat mengurus partai dan koalisnya.
1.3. Pilihlah orang yang mampu dan cocok dibidangnya, bukan karena balas budi.

2. DPR juga begitu, bukan hanya bisa membuat UU saja, apalgi UU yang menguntungkan partainya.
2.1. Bersuara keras kalau kepentigan partai/golongan diganggu,
2.2. Seolah olah perduli rakyat, tapi suka makan uang rakyat,
2.3. Sering sering berkunjung ke kampung miskin, bukan traveling ke luar negeri.
2.4. Ingatlah amanat rakyat, bisa jadi DPR karena siapa, Rakyat, rakyat dan rakyat yang tidak tahu.

3. Bangun dan Peliharalah Infrasruktur Jalan Raya, Kesehatan, dan Layanan Pulik Lainya, bukan Gedung DPR/MPR
4. Buatlah program yang terencana dan diriset secara mendalam yang bisa memakmurkan rakyat.

5. Otonomi Daerah jangan kebablasan (Dulu jaman pak Harto Korupsi Terpusat, sekarang jaman Otonomi Korupsi Ke Daerah Daerah).
6. Pengusaha yang baik harus dilindungi, dimodali, di mudahkan urusanya, di Apresiasi. Baru kalau sukses di suruh bayar Pajak.
Jangan seperti sekarang, dibiarkan kalau masih miskin, di peras kalau sudah Kaya, digandeng kalau mau jadi Sumber dana.

7. Cobalah melihat ke bawah, apa yang dibutuhkan, berapa banyak dana yang terserap rakyat (bukan dikorupsi),
8. Cobalah lihat kemiskinan yang semakin menghimpit, pengangguran yang merajalela.
9. Cobalah Amati mutu pendidikan sekarang, bukan hanya lulus UNAS (apalagi yang dibuat lulus agar terlihat sukses), tapi bagaimana kenyataan dan  kelanjutannya. Kenapa Biaya Pendidikan Tinggi Tidak Seperti Jaman Saya Dulu, Murah, Memihak Rakyat Miskin.
10. Cobalah amati bagimana calon pencari kerja susah mendapatkan pekerjaan,
Calon Pengusaha, UKM yang sulit mendapat peluang dan kucuran dana (apalagi tanpa jaminan),

11. Perhatikan desa dengan lebih serius, jangan hanya kota besar saja yang dibangun, sementara di desa dibiarkan mangkrak,
Jangan hanya yang di sosorot TV / Media saja yang diperhatikan, sementara yang menjerit di desa dilupakan.
12. Cobalah jangan basa basi………..

 

Catatan 2:
Saya tidak bermaksud memojokkan siapapun, saya hanya berusaha menulis apa yang saya lihat dan saya alami.
Saya bukan orang baik, tapi saya mencari teman yang mau mengajak/diajak berubah menjadi lebih baik.
Indonesia Butuh Pahlawan Baru, Yang Mau Berperang Melawan Diri Sendiri.

 

 

 

Hasil pencarian untuk artikel ini:

seberapa parah korupsi di indonesia (1), seberapa rusaknya korupsi di indonesia (1)
You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

One comment on “Seberapa parah korupsi di Indonesia?

  1. Sepatu Boots on said:

    kenapa mesti ada korupsi sih di negara ini ?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

HTML tags are not allowed.