Sistem Informasi Manajemen Kemiskinan
Posted by sumintarOct 24
Sistem Informasi Manajemen Kemiskinan, adalah sistem informasi management terpadu dan terpusat dengan satu acuan data yang sudah disepakati, yang bisa diakses oleh semua orang, berbasis internet. Saat ini sudah tidak sulit lagi, murah, mudah dan manfaatnya bisa langsung dirasakan. Kemiskinan selama ini masih menjadi komoditas politik, indah diucapkan perih dirasakan.
Belomba-lombalah dalam kebaikan, saling bahu membahu, jangan menambah masalah baru dengan perusakan, anarki, pemaksaan kehendak dan omongan yang bikin rakyat menjerit, hindari adu domba, jangan saling menjatuhkan untuk kepentingan pribadi dan golongan, fokuslah ke rakyat miskin, perbanyak kerja nyata, kurangi iklan politik dan sumbangkan langsung ke pelosok desa, biarlah kalah pemilu asal rakyat miskin menang, rakyat miskin bisa tersenyum.
1. Perhatikan saat ini data kemiskinan simpang siur, karena acuannya bereda, yang ngomong juga berbeda tergantung dari sudut pandang masing masing.
2. Kemiskinan, kemelaratan, pengangguran menjadi isu yang indah didengarkan disaat para calon pemimpin yang mengatasnamakan rakyat sedang berkampaye.
Apa Susahnya Membuat ID Card, Smart Card Untuk Penduduk Miskin
Bank Sudah tersebar di Seluruh Indonesia Semua Sudah Online, Untuk menyalurkan bantuan apa susahnya dengan ID card, semacam Debit Card, Visa Card yang tinggal datang ke bank uang Cair. Tidak ngantri seperti selama ini bahkan nyawa bisa melayang. Kenapa negeri ini tidak belajar dari pengalaman, yang mahal dibayar yang murah untuk rakyat miskin terabaikan. Lihatlah saat ini tiap keluarga memilik HP lebih dari satu. Lihatlah saat ini Ribuan Bahkan Jutaan BTS (base transceiver station) tertanam apa susahnya membuat database berbasis rakyat miskin, Internet sudah masuk pelosok, bank sudah masuk pelosok.
Google Sudah Menyedikan bahkan Gratis Dan Terintegrasi
Dulu 15 tahun yang lalu untuk membuat peta susah sekali, butuh biaya yang mahal dan teknologi juga mahal, Kini google sudah menyediakan semua untuk kita yang notabene dia orang Amerika bahkan orang Yahudi. Kita tinggal pake dengan peta itu, kita tinggal isi dengan peta kemiskinan.
Jangan Kebanyakan Departemen, Jalan Sendiri sendiri Pemborosan
Saat krisis finansial global yang melanda dan akan terus menghantam ekonomi Indonesia saatnya melakukan efesiensi, pemangkasan, pemotongan, pengurangan bukan penggelembungan. Krisis akan semakin menggila, coba saja saat ini rupiah sudah menyentuh 10,000 / dollar. Apa masih mau hutang ke amerika untuk mengentas kemiskinan, malah akan semakin terpuruk saja. Lakukan penghematan, potong gaji pegawai terutama yang sudah tinggi, kurangi departemen yang tidak efisian, penghematan anggaran, berdayakan rakyat miskin, galakkan gerakan kembali ke desa, siapkan infrastruktur, dukung pertumbuhan ekomi sektor riil, bantu pupuk murah, gratiskan bibit unggul, gerakkan UKM.
Saat ini di Indonesia banyak sekali Departemen untuk mengatasi kemiskinan. Departemen Sosial, Menko Kesra, Depatemen Tenaga Kerja, Menteri PDT. Apa tidak kebanyakan, jangan jangan buat proyek sendiri sendiri, dan datanya tidak satu. Satu database Kemiskinan. Satu sistem informasi kemiskinan. Syukur kalau sudah bisa diakses secara umum, oleh semua orang, sehingga tidak ada lagi silang pendapat tentang angka kemiskinan dan lagi lagi menjadi ajang saling menjatuhkan pada setiap kampanye,
Kebanyakan proyek malah si miskin terabaikan, Dana Trilyunan yang seharusnya untuk membuat sistem yang bagus dan memihak pada rakyat miskin malah habis untuk biaya proyek, biaya operasional dari banyaknya departemen yang mengurus kemiskinan di Indonesia.
Gunakan basisdata Kemiskinan Yang Relevan dan Selalu Di Update
Para ahli dari perguruan tinggi, peneliti dan praktisi silahkan berembung membuat basisdata, acuan dan indikator yang bisa diterima oleh semua pihak. Kemudian semua departemen, Kabupaten, LSM, Partai Politik, Lembaga Sosial, dll bisa mengacu pada satu data itu untuk mengatasi rakyat miskin.
Belajar Pada Suksesnya SSID, VISA, Marter Card
Social Security number atau SSID kalau tidak salah ketika kita di Amerika, cukup satu ID bisa untuk semuanya (maaf saya belum pernah ke Amrik) Jadi misalnya bayar Air bisa pake ID itu, bayar listrik juga pake ID yang sama, bayar telpon, bayar pajak, juga pake ID yang sama. Nah yang untuk rakyat miskin dengan ID card itu maka dia bisa tarik dana tunia Lewat ATM, atau ke bank atau ke kantor pos tanpa harus antri yang selama ini jadi tontonan yang memilukan. Bahkan dia bisa datang ke rumah sakit mana saja terutama yang sudah didukung pemerintah untuk berobat. Kalau belum bisa ya minta tolong anaknya, apalagi anak sekarnang pinter-pintar semua, pada pake HP semua, pada pinter kirim SMS apalagi pake ATM wah pasti jago tuh.
ID visa dan master card itu dengan sukses telah dipakai didunia, memang banyak kelemahan tenang kartu kredit itu tapi kita dengan sengaja telah memakai kartu itu dalam setiap transaksi online di dunia. Bahkan di Indonesia kena penyakit Credit Card.
kenapa tiap penduduk tidak menggunakan ID yang tidak bisa digandakan. Lengkapi dengan ID Photo digital, lengkapi dengan database sidik jari, lengkapi dengan databse tanda tangan. Baik elektronik maupun fisik.
Adapun database yang diperlukan:
1. Data base dasar, nama, alamat, tanggal lahir, jenis kelamin.
2. Database Kemiskinan: Penghasilan, pekerjaan, status di keluarga, jumlah anak, status kesehatan,
Jaminan kesehatan, jaminan bantuan dana dari pemerintah,
3. Data pendukung: Kenapa miskin, masalah selama ini, layanan pemerintah setempat, kemajuan 1 tahun, 2 tahun dll.
4. Wah banyak sekali yang bisa ditambahkan di database dan informasi kemiskinan.
Jadi intinya bukan sekedar database, bukan sekedar informasi bukan sekedar dicaatat tapi dari data itu bisa dilakukan analisa, tingkat kemajuan dan kesuksesan setelah diberi solusi, dari data itulah kebijakan diambil, dari data itulah memerintah tidak boleh salah lagi, salah sasaran, salah taraget.
Saatnya Negeri Ini memaksimalkan fungsi Teknolgi bukan menjadi budak Teknologi.






Masuk akal pakde, bayar pajak sudah bisa online. Bayar listrik, bayar sekolah. Apalagi jika ada capres yang prakarasai buat data ini dengan model departmen yang efisien. Ada gak ya capres yang seperti itu? Bukan cuman jualan gambar sedih.
alamsyahs last blog post..Beda kurs paypal dengan kurs bank
Reply
hmm bener juga yha om ^^
bener-bener pinter nih si om ^^
http://jutawan-uangpanas.blogspot.com/
Supomo Gosady Faisals last blog post..Tgl 24-25 Oktober [ NEW REKOR Rp 180.000,- / Hari ]
Reply
Pakde, coba bikin perusahaan dan ajukan untuk membuat KTP Nasional berbasis komputerisasi. sehingga tidak bisa memiliki KTP ganda. dan jika Pemilu tiba, tidak perlu mendata ulang bisa di lihat di database.. saya mah kaga ngarti… itu hanya pemikiran saya lho… hehehehe.
lumayan khan jika tembus ke pemerintahan… saya mah cukup 0.5% dari tender dech pakde.. hehehehehe
mig33citeureups last blog post..Pikirkan sebelum Memilih Hosting
Reply
setuju pakdhe karena sampai saat ini standar miskin itu belum jelas seperti apa sehingga kepentingan politik sangat berperan dalam menentukan hal tersebut
Achmad Sholehs last blog post..Mr. Google Memang Kejam
Reply
halah bisa aja neh…
Reply
Setuju Pak Dhe..
tetetzets last blog post..Tips Biar Blog Kita Di-approved oleh Matched
Reply
wih tambah gencar aja ni pakde, semangat pakde. Maaf untuk saat gak bisa bantu apa2 untuk berpartisipasi memberantas kemiskinan, tapi saya juga berusaha. Paling hanya bisa menolong peminta-minta yang kebetulan datang.
sudarmas last blog post..Meletakkan Adsense Di Samping Postingan
Reply
emang susah untuk menunjukan data yang pasti, berapa jumlah keluarga miskin yang ada di negara kita ini, terkadang, ada juga orang yang sudah kaya, tapi pura – pura miskin (mungkin cuma di film ya ? saya pernah lihat, di kampungnya boloh diibilang taraf hidupnya melebihi tetangganya, tapi dia bekerja sebagai pengemis di kota besar .. )
adinatas last blog post..Upgarede komputer kamu (yang penting penting dulu)
Reply
kalo misal KTP dibuat seperti sim, dengan menggunakan sidik jari sebagai identitas pribadi gimana ya?
dije kesasars last blog post..The Changcuters – Hijrah ke London
Reply
wah keren idenya pak!
oia, kalo punya temen guru pengen punya blog ini ada hosting gratis untuk guru
http://deteksi.info/2008/10/hosting-gratis-untuk-pahlawan-tanpa-tanda-jasa/
dets last blog post..Bad Credit Repair Online
Reply
selain infrastruktur, teknologi dan “SDM pemerintahan” yang belum siap (mungkin juga ga pernah niat menyiapkan diri.., he2..), masyarakat juga sepertinya belum siap untuk gini-an pak de’.., tp ini bukan sesuatu hal yang tidak mungkin.., hmmm.., bisa jadi judul TA nie..
Reply
mig33citeureup reply on October 25th, 2008 04:30:
takut di korupsi juga kali yee…
mig33citeureups last blog post..Pikirkan sebelum Memilih Hosting
Reply
setuju pak de..murid baru urun rembuk boleh kan..?he3..
saya sedih pakde..knp anggaran pendidikan baru d naikin thn 2009?kq g dr dlu2 y?ato ada unsur laen?he3..pemikiran saya sih pakde..utk mengentaskan kemiskinan..cukup menggalakkan semangat kewirausahaan..
seandainya 25% dr sarjana yg lu2s itu ber h wirausaha.bkn bkin pusing pemerintah dengan nganggur..d jamin deh..rakyat mmiskin bakal berkurang..sory out of topic :p
Reply
setujah banget sama pakde!
saya dukung deh kalo pakde mau jadi calon presiden!
wekekkeke!
trendys last blog post..Petai!
Reply
Memang idealnya Indonesia memiliki sistem informasi kependudukan yang baik. Dengan sistem informasi kependudukan yang baik, Insya Allah setiap kebijakan pemerintah bisa diimplementasikan dengan benar. Misalnya pemerintah mau mensubsidi rakyat miskin maka jelas siapakah yang berhak disebut rakyat miskin tersebut. Ketika Pemerintah menaikkan harga BBM dan mengalihkan menjadi subsidi ke rakyat miskin maka kebijakan ini baik sekali. Tapi ketika implementasi, lagi-lagi banyak distorsi dan kebocoran di sana-sini.
Membuat database kependudukan memang sangat susah walaupun sangat mungkin dilaksanakan. Kenapa saya sebut sangat susah? Faktor utamanya adalah tidak siapnya birokrasi pemerintah untuk melakukan pendataan secara akurat. Bukan rahasia lagi, di Indonesia, data kependudukan bisa amburadul karena KTP saja bisa dibeli dengan harga murah. Banyak orang memiliki KTP lebih dari satu.
Untuk mencatat kemiskinan tentu harus didata berapa penghasilan dan harta yang dimiliki oleh suatu keluarga. Di lapangan, pendataan ini sangat susah karena sering orang tidak terbuka untuk didata. Kedua, banyak orang sulit ditemui. Ketiga, sering petugas pendata memanipulasi data untuk mempercepat pekerjaannya. Keempat, terutama di kota-kota, mobilitas manusia sangat tinggi, dll.
Memang sekarang teknologi semakin canggih dalam urusan informasi dan komunikasi. Tapi, teknologi hanya membantu dalam pengolahan data, bukan pada pengumpulan dan akurasi data. Contoh dari kegagalan ini salah satunya adalah pendataan pemilih oleh KPU.
Saat ini instansi pemerintah yang berkepentingan terhadap database kependudukan ini adalah Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Instansi ini juga sedang mengusahakan adanya SIN (Single Identity Number) di mana dalam satu nomor kependudkan bisa mencakup semua data, misalnya data pajak, data kendaraan bermotor, data sertifikat rumah/tanah, dll. Cuma memang proyek ini menurut saya akan berlangsung lama karena disamping faktor-faktor di atas, juga akan muncul egiosme instansi yang masing-masing memiliki data masing-masing seperti pemda, kepolisian, BPN dll.
Nah, menurut saya, kunci dari penyelesaian masalah ini adalah pembenahan dan reformasi birokrasi. Dengan birokrasi yang baik, siapapun presidennya dapat mengimplementasikan kebijakannya dengan mudah. Semoga.
Reply
ide data yang terpadu keren banget pakdhe… memang seperti mas Dudi bilang, ntar yang susah di lapangannya… tapi moga2, ntar presiden yang baru..ga tau siapa, brani d bikin kebijakan gini…
audys last blog post..Busby SEO Test… I’m Coming
Reply
bener juga pakdhe, supaya data2 yang ngga bener bisa diminimalisasi.
kalau konsep udah ada, badan pelaksana udah ada. Nah… sekarang tinggal kerjasama masyarakatnya aja yang perlu diantisipasi
edwins last blog post..Sebuah Inovasi Baru Bagi Pengguna Twitter Oleh Medhy Aginta
Reply
pakdhe emang jago kalo suruh nulis ginian…
salut pakdhe..
jempol empat maju semua
therunks last blog post..the hidden meaning in my name
Reply
heeeemmm ada ga sih dalam mata kuliah saya SIM kemiskinan>???? kalau SIM berbasis WEB ada??? ya deh sya pikir dulu bagu juga nih???? wekekekekek *maaf pak de becanda* bagus juga nih SIM kemiskinan
pencuri kodes last blog post..My Name Is Muhammad Noval
Reply
saya setuju pakde
Reply
keren postnya.. hidup pakdhe laah..
galihrocks last blog post..bullet for my valentine akan konser di indonesia
Reply
satu gagasan yg brilian, ide bgus. supaya ga ada kebohongan antara kita. satu bilang ini dua bilang itu
Reply
mantap analisisnya pak de…. cocok jadi mentri nih pak de hehehe
belajar internet marketings last blog post..Godaddy Coupon October 2008
Reply
Sulit memang kalau yang bermasalah orang yang akan menjalani…. sebenarnya itu hal gampang… tapi pimpro dan seluruh jajarannya pasti minta kebagian… 50% pasti dikorup ya hasilnya nggak akan sesuai dengan jumlah uang yang dikeluarkan, apalagi sekarang banyak KPK… jadi banyak yang takut jadi pimpro… heheheh takut ditangkep… jadi sulit deh
fidis last blog post..MEMBUAT BLOG UNTUK SEKOLAH DASAR
Reply
Judulnya bikin orang “ngakak…”,
tadinya aku pikir berbentuk aplikasi…
Reply
Waw, orang miskin pake ATM… hmm… sulit dibayangkan, tapi nanti namanya bukan orang miskin lagi. hahaha…
gudangans last blog post..SMS gratis dari XL
Reply
Teknologi Sistem Informasi…
Teknologi Sistem Informasi
Oleh Faisal Akib
Sistem Informasi
Sistem informasi adalah sistem yang mengumpulkan, menyimpan, mengolah, dan menyebarkan data dan informasi. Sistem Informasi dibuat sesuai dengan keperluan organisasi dan tingkatan manajemen-n…
Ide Pakde memang sangat masuk akal dan cenderung ideal. Tapi sayang, Pakde belum merasakan birokrasi yang semuannya UUD. Tapi saya optimis kalau ada banyak orang spt Pakde, Indonesia Maju dech
Reply