Soempah Pemoeda 80 Tahun Sumpah Pemuda

80 tahun yang lalu Soempah Pemoeda, diikrarkan sekarang setelah 80 Tahun berlalu Sumpah Pemuda tetap harus digelorakan. Menjelang detik detik peringatan hari Soempah Pemoeda tanggal 28 Oktober 2008 yang akan datang, adalah cukup bijaksana jika segenap warga dan bangsa Indonesia melakukan kilas balik tentang sejarah peristiwa hukum yang cukup menentukan bagi upaya-upaya agar Indonesia Merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, yang terhitung 17 tahun berselang setelah ikrar berupa tekad para pemuda-pemuda Indonesia yang gigih mendeklarasikan prinsip tentang Kesatuan Bangsa, Tanah Air dan Bahasa Indonesia. Sebagai Resolusi Kerapatan Besar Pemoeda Indonesia atau Kongres Pemoeda ke 2 pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat di Indonesisch Clubgebouw, Weltevreden, kini Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat, dibawah pimpinan yth bapak Soegondo Djojopoespito, diikrarkanlah point point penting yaitu:

pertama Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia

Kedua Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia

Ketiga Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Djakarta, 28 Oktober 1928

Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di
Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928 1928.

Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :

Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe’oed (Pemoeda Kaoem Betawi)

Makna Sumpah Pemuda Untuk Blogger Indonesia

Inilah salah satu pemersatu yang ampuh dalam upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan Repuplik Indonesia tercinta ini, mekipun saat ini anda masih belum puas terhadap hasil yang telah dicapai anak bangsa, tapi hendaknya semangat pemuda 1928 tetap kuat di dada masing masing blogger Indonesia.

Makna Sumpah pemuda bagi Blogger Indonesia ini sangat penting agar tidak terpecah belah dan akhirnya menjadi lemah bahkan tidak berdaya. Pesatuan dan kesatuan akan menjadi pondasi yang kokoh, akan menjadi kekuatan baru dengan bahu membahu dan saling menghargai apapun karya nyata yang tentunya untuk saling mengisi dan saling memperbaiki diri.

Dalam proses perjalanannya bangsa ini tentu tidak terlepas dari perbedaan dan perpecahan, tapi tidak ada salahnya kalau kita mencari persamaan yang bisa kita untai besama menjadi kekuatan. Tanpa kebesamaan, kekuatan, persatuan dan persatuan rasanya sulit agar negeri ini kuat, tangguh, dan berdaya apalagi menghadapi percaturan global yang sering tidak menentu, sering kehilangan idealisme dan sering meruntuhkan sendi sendi bangsa dan akhirnya menjadikan negeri ini menjadi negeri yang tidak pernah bersyukur, tidak pernah bisa melihat betapa sebenarnya modal dasar dan sumber daya yang begitu besar tidak bisa dimaksimalkan sama sekali. Yang lebih memprihatinkan adalah justru negara lain yang telah mengacak acak dan memanfaatkan kelemahan kita yaitu negeri yang dulunya kokoh tapi kini rentan terhadap perpecahan dan disintegrasi bangsa.

Kini Sudah Merdeka, Semua Sudah Tersedia, Kita Tinggal Mengisi

Tidak perlu sembunyi lagi untuk bersuara, berkarya, dunia sudah terbuka lebar, infrastuktur sudah tinggal pakai. Kurang apa:
1. mau bicara apa saja bebas tidak ada yang melarang asal bertanggung jawab,
2. ingin belajar, Kuliah, Cari Ilmu: Banyak dan banyak gratis tak terbatas di internet,
3. bingung bahasa asing, gak usah kawatir sudah disediakan oleh google.com (gile si amerika ini) terjemah / translate ke Indonesia baik paragraf mapupun satu website penuh.
4. Ingin berbisnis di internet, tersedia 1001 macam berapapun dollar yang anda keruk sudah siap diambil,
5. Ingin membangun negeri ini silahkan, ambil peran apa saja yang anda mau dan mampu,
6. Ingin menjadi pemimpin sudah tersedia puluhan Partai Politik,
7. Ingin menulis sudah tersedia media gratis dan bayar berupa blog di internet,

Masihkah ada waktu untuk protes kecuali terhadap ketidak adilan, merasa tidak ada tempat untuk berpijak dan berkarya, Padahal Semua Sudah Ada dan bahkan Tersedia bebas dan Melimpah di Intenet
Proteslah pada diri sendiri yang tidak segera melangkah dan ambil peran
(weleh padahal saya juga baru belajar hidup dan belum berperan)

Yang dibutuhkan hanya Kemauan yang kuat, kerja keras dan cerdas untuk mewujudkan kerja nyata, sebagai tugas pemuda dalam menterjemahkan sumpah pemuda 80 tahun lalu.

Karya Nyata anda dibutuhkan Negeri Ini,
Bersatulah, Majulah Wahai pemuda Indonesia, Majulah dan terus berkarya Wahai Blogger Indonesia

Sekali lagi ini adalah pendapat pribadi saya, tiada niatan lain kecuali Ingin Negeri Ini Perkaya, Berdaya, Bersatu padu dan selalu belajar pada “semangat pemuda”masa lalu dan menghargai jasa para pahlawan yang telah rela mengorbankan seluruh jiwa dan raga untuk “bersumpah” untuk persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia Raya Tercinta.

Hasil pencarian untuk artikel ini:

tokoh sumpah pemuda 1928 (17), detik detik sumpah pemuda saat ikrar (2), tokoh sumpah pemuda dan daerah asalnya 1928 (1), tokoh sumpah pemuda indonesia (1), tokoh-tokoh sumpah pemuda 1928 (1)
You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

HTML tags are not allowed.