Stop Dreaming Start Action, atau No Dreaming No Action, mana yang benar? saya pernah masuk blog teman teman (maaf saya lupa linknya, mohon dikoreksi) ternyata untuk mencapai sukses besar ternyata kita harus bermimpi (dreaming). Hanya saja mimpi itu bukan mimpi biasa tapi suatu keinginan yang kuat dalam diri kita berupa visi dan cita cita  yang tentu untuk melakukan action, action dan action. Nah disinilah pentingnya bermimpi itu. Dari kecil saya sering suka bermimpi ingin jadi seorang yang sukses kelak dikemudian hari, menjadi akhi di bidang komputer, menjadi programmer komputer karena waktu itu belum ada internet. Mimpi yang saya maksud disini adalah cita cita, yang masih dalam angan angan, yang masih berupa ide dan gagasan. Dan impian itu tentu akan berubah sesuai daya imajinasi dan kondisi kita saat itu. Jadi stop dreaming start action bisa berarti lain.

Stop Dreaming Start Action, atau No Dreaming No Action

Teruslah bermimpi jika itu berupa impian yang kuat sehingga bisa mendukung kuat dan terus menerus untuk mewujutkannya. Jadi bisa dikakatan tanpa impian (no dreaming), maka tidak akan ada action (no action). Kalau dilihat disini maka sebelum melakukan aksi / action yang besar maka harus dimulai dari impian. Beberapa tokok di Indonesia seperti Soekarno dulu juga begitu besar impiannya, bahkan melampau dari pikiran kita saat ini, apa yang terjadi sampai hari ini impian itu juga menjadi impian bangsa Indonesia yaitu : Ingin menjadikan bangsa indonesia adil dak makmur.

Jangan takut Dreaming dan teruslah dream sampai kemudian Tercapai Menjadi Kenyataan
Jika impian (bukan mimpi dalam tidur loh) itu menberi dorongan kuat, membuat motivasi kuat, untuk segera melakukan tindakan maka boleh saja kita tidak [stop dreaming start action], akan tetapi jika impian kita menjadikan diri ini malas maka slogan stop dreaming start action baru relevan. Jika demikian maka start action, action dan action menjadi penting.

Pro Konta Stop Dreaming dan Start Action

Saat ini sudah banyak pro kontra Stop draming dan start action, karena mereka melihat dari sisi dan sudut pandang yang berbeda, sama seperti para tim sukses capres 2009, mereka selalu saja punya bahan untuk menjatuhkan lawan, karena mereka menggunakan sudut pandang berbeda, tentu saja argumen itu bisa benar adanya, masuk akal, dan bisa dinalar. Benar menurut satu pandangan bisa berbeda menurut yang lain, itulah sudut pandang, cara pandang, cara menilai. Semua boleh boleh saja tapi yang penting masing masing punya agumentasi yang kuat dan bisa diterima.

Kebebasan Pendapat di Internet Boleh saja, Jangan dipenjara

Kadang bermendapat di dunia offline begitu banyak batasannya, maka kebebasan pendapat di Internet harus di junjung tinggi. Jika salah maka tentu akan ada sanggahan, jika benar maka akan banyak pendukungnya. Tetapi yang perlu ditekankan adalah bebas yang bertanggung jawab, bebas berpendapat yang memiliki dasar yang kuat. Seperti pada kasus stop dreaming itu, banyak yang tidak setuju, sayapun pada satu sisi lain juga tidak setuju. Tapi Start action lebih banyak yang setuju, karena kita harus segera ambil tindakan, start action, mulailah melangkah, mulailah bekerja, mulailah mengerjakan sesuatu yang bermanfaat.

Kebebasan Pendapat Adalah Hak Demokrasi

Tiap orang dilindungi hak berpendapat, baik berpendapat dengan no Dreaming maka No Action, Karena Kebebasan berpendapat itu hak demokrasi, hak asasi manusia di Indonesia, sesuai dengan UUD 45 dan Pancasila.  Sekali lagi bebas harus tetap bertanggung jawab, artinya yang dilakukan harus bisa dipertanggung jawabkan, bertujuan positip mengkritik dan mengingatkan agar kita tidak tersesat tidak salah dalam mengikuti suatu kegiatan. Dengan demikian akan terjadi balancing, keseimbangan. Tanpa pesaing dan tanpa kritik kadang kadang malah tidak baik, semakin banyak pesaing dan banyak kritik menjadikan kita semakin dewasa, semakin matang. Dan itulah kira kira kenapa beda pendapat itu memiliki danpak positip.

Jika artikel ini tidak berguna, mungkin benar adanya sebab saya menulis apa adanya menulis dalam mimpi, jika berguna maka segeralah melakukan take action, action dan action, jangan berlama lama dreaming, draming dan dreaming.