Merubah Power Merusak, Mencaci, menghujat, berdebat, Semangat Bela Negara Menjadi Karya Nyata dan Kerja Nyata. Akhir akhir ini saya melihat banyak sekali power yang bersifat merusak : penggusuran paksa, amuk masa, kerusuhan, tawuran, premanisme dll, konon itu timbul karena ketidak adilan dan ketidak tegasan aparat. Dilain pihak saat ini semakin banyak orang yang pandai sekali mengkritik, mencaci, berdebat yang menggebu – gebu seperti mereka ini menjadi sumber kebenaran, pahlawan kebaikan. Disisi lain juga masih ada semangat yang begitu membara dalam bela negara seperti pasukan berani mati, pasukan ganyang malaysia, pasukan berani mati yang bangkit dan timbul dari masyarakat yang merasa tersingung, merasa marah.
Kerusahan merajalela dimana mana, di jakarta, di sumatra, di Kalimantan, di Sulawesi, di NTB, dan di beberapa tempat, kehidupan menjadi mencekam, masyarakat kecil takut keluar rumah, ibu ibu menjerit. Hukum rimba sepertinya semakin menjadi jadi, yang menang merusak, yang kalah menangis, yang kuat menghancurkan, yang lemah berdarah darah. Ini sebenarnya power, tenaga besar yang kalau di manage akan menjadi karya nyata yang berdampak positip untuk kesejahteraan masyarakat.
Pasukan berani mati, swadaya masyarakat untuk bela negara sebenarnya masih tinggi, gerakan ganyang malysia, ganyang Amerika juga semakin santer. Power yang begitu besar kalau dikelola dengan baik mereka itu bisa menjadi pasukan pemberdayaan masyarakat, pasukan sukarela untuk melakukan pekerjaan dalam pengentasan kemiskinan, membantu yang lemah. Mereka harus diberi arahan bahwa berjuang untuk negara saat ini adalah banyak cara. Serahkan keamanan pada ahlinya yaitu : Tentara dan Polisi. Sementara masyarakat harus disadarkan kepada kerja nyata: menjadi petani yang baik, menjadi karyawan yang produktif, menjadi guru yang profesional, menjadi pengusaha yang sukses. Penggerak dalam penghijauan, pengerak dalam ketertiban masyarakat, pejuang dalam penanaman hutan kembali, dan ada 1001 usaha mulia untuk kebaikan lingkungan dan masyarakat sekitar.
Perlombaan Kekerasan dan Premanisme, dirubah menjadi Perlombaan dalam Kebaikan dan Kemajuan
Perlombaan kebaikan perlu ditumbuh kembangkan: Gerakan sukarelawan harus dikelola dengan baik, beri penghargaan lebih kepada sukarelawan. Sukarelawan dalam hal ini berarti luas :
1. Orang orang yang berjuang mengajarkan kebaikan dan kebenaran, mengajarkan tentang pribadi yang unggul (Contoh : Mario Teguh, Ari Ginanjar, Para Ustad, para Pendeta dan pengajar agama lainnya).
2. Orang orang yang berjuang untuk kemajuan ekonomi, para motivator ulung setiap motivasinya bisa menggerakan ribuan bahkan juatan orang bersemangat.
3. Mereka yang penuh semangat menggerakkan UKM, membangun waralaba lokal, Penyediaan dan Pelatihan TKI,
4. Orang orang yang berjuang dalam pemasaran lewat internet : Mereka yang dengan gigih mengajarkan tentang mencari uang di internet, berbisnis di Internet. Mereka yang mengadakan pelatihan internet marketing, mereka yang baik bayar maupun gratis menulis tentang teknik, tip dan trik bagaimana bisa mendapatkan penghasilan di Internet.
5. Mereka yang tergabung dalam pasukan Pencita Alam, Pencita Lingkungan, Gerakan Penghijauan, Gerakan Penghutanan Kembali,
6. Mereka para sukarelawan Berncana (gempa, banjir, dll), Pejuang Ham, Panti Asuhan Anak yatim dan Anak catat.
7. Mereka para siswa yang sekolah di luar negeri yang kemudian mendarma baktikan untuk ibu pertiwi.
8. Mereka yang dengan profesional menjadi Prajurit pembela bangsa,
9. Para orahragawan yang berusaha menjadi juara, baik local maupun internasional.
10. Para pejabat negara yang tidak doyan korupsi,
10. Mereka yang dengan kemiskinannya, ketidak berdayaannya akan tetapi tetap bekerja keras untuk mencari nafkah secara halal untuk anak dan istrinya.
Jangan Menyerah 3x, Ayo Tetap Berkarya Nyata dan Bekerja Nyata
Jika semua kita mengutamakan kerja nyata yang membangun (bukan merusak), yang mau dikritik (bukan mengkritik), masih ada waktu dan masih ada peluang yang terbuka lebar untuk berkarya apapun untuk memperjuangkan kebaikan, keunggulan, ketangguhan.
Jangan sedih melihat negeri ini semakin terpuruk, negara ini penuh premanisme: Lakukan mulai sekarang, lakukan mulai dari disi sendiri: Kebenaran itu pasti menang, badai akan pasti berlalu. Kobarkan semangat berkorban, gelorakan semangat pemberdayaan.
Kalau tidak bisa memperkerjakan ribuan orang, cobalah satu orang saja,
Kalau tidak mampu berhenti mencari, menghujat orang lain: cobalah menghujat diri sendiri,
Kalau tidak pantas menjadi orang nomor 1, jadilah nomor 2,
Kalau tidak tidak mampu berpenghasilan $100 tiap hari, cukuplah dengan $10/hari.
Jika tenaga merusak anda besar, cobalah menjadi petinju profesional,
Kalau tidak bisa berhenti korupsi, cobalah berikan hasil korupsi itu 100 % pada orang miskin,
Anda sedang melangkah maju memasuki masa depan
yang membutuhkan totalitas kesungguhan Anda hari ini.Janganlah terlalu sering berpaling ke belakang,
dan memutar ulang penyesalan masa lalu
…untuk mengeruhkan kedamaian Anda hari ini.Jangan ijinkan masa lalu merompak waktu,
tenaga, dan kedamaian Anda hari ini.Keindahan fokus Anda hari ini,
menentukan keindahan masa depan Anda.Mario Teguh
Jika anda manfaatnya silahkan disebar luaskan, jika ini menjadikan Indonesia lebih buruk maka jangan pernah dibaca.
October 1st, 2010
sumintar
Posted in
Tags:
