Tempat Tinggal Terakhir, Ketan Ireng Timur Prigen
Posted by sumintarMar 9
Kalau Tuhan menghendaki, Insya Allah tempat tinggal terakhir saya di Ketan Ireng Timur Prigen, yang juga merupakan Kampus Alam yang merupakan kampung internet mandiri.
Sesuai tulisan saya sebelumnya bahwa blog saya ini nanti hanya berisi kisah gagal dan kisah sukses saya, diperuntukkan untuk anak anak saya yang masih kecil agar kelak kalau saya sudah mati, anak anak saya masih bisa belajar, mengembangkan dan meneruskan perjuangan saya yang masih banyak dan masih belum selesai.
Saya saat ini hanya meneruskan perjuangan bapak Saya
Sadar atau tidak ternyata saat ini saya hanya meneruskan perjuangan bapak saya. Perjuangan bapak saya yang paling berat adalah ingin kaya, ingin sukses, ingin bantu banyak orang, dan kelak mati bisa berjumpa Allah di Syurga.
Apa saya berhasil meneruskan perjuangan bapak?
Untuk yang ingin kaya relatif berhasil (hehehe maaf bukan sombong), sebab bapak dulu tidak punya rumah, tidak punya sawah, tidak punya ladang (maaf kata ibuk saya bapak hanya mbawa kontol), sebab yang punya sawah dan ladang itu ibu saya, itupun hasil warisan dari nenek saya. Dan masalah materi yang di impikan bapak saya sudah saya perloleh lebih dari cukup.
Untuk bantu orang banyak belum berhasil, saya hanya bisa bantu sangat sedikit orang, bahkan malah saya banyak menyesatkan orang banyak (ketika saya masuk MLM, dan ketika saya jalankan bisnis Forex, hehehe maaf yah semoga dosa saya diampuni).
Untuk Berjumpa dengan Allah tentu merupakan Hak Prerogatif Allah, jadi saya ga bisa ikut campur, tapi hanya bisa berdoa: Semoga Allah memasukkan saya orang orang yang berserah diri dan golongan orang orang yang bersyukur.
Saya sangat meyakini semua perjalanan hidup ini Allah yang menentukan, Allah yang memilihkan. Yang bisa saya lakukan hanyalah Pengharapan dan selalu berprasangka positip pada Allah.
Saya lahir 47 tahun yang lalu di pelosok desa Krangkongan, Kecamatan Umbulsari Kabupatan Jember Propinsi Jawa Timur, 14 KM sebelah selatan Kecamatan Tanggul, 13 KM dari utara Kecamatan Balung. 40 KM sebelah timur Kabupatan Lupajang dan 40 KM dari kota Kabupaten Jember.
Tidak pernah masuk TK (karena dulu tidak ada TK)
SDN Jatilawang II, Krangkongan Paleran, lulus tahun 1978
SMPN Semboro Tanggul lulus tahun 1981,
SMAN I Jember lulus tahun 1984
Perkapalan ITS Surabaya Lulus tahun 1990
(banyak cerita lucu semasa sekolah nanti ada tulisan sendiri LE dan Nduk (panggilan saya ke anak)
Tempat Tinggal Terakhir, KetanIreng Timur Kec. Prigen Pasuruan
Ada banyak alasan kenapa saya memutuskan memilih tempat tinggal terakhir (hitup dan mati) di Ketanireng, yaitu karena tidak terlalu jauh dari keluarga Istri saya di Surabaya, semua unsyur yang disenai bapak saya ada disana yaitu Pertanian, perkebunan, perikanan, perhutanan dan wisata.
Ketan ireng adalah syurga dunia, karena memiliki potensi keindahan dan sumber air yang melimpah, seperti gambaran dalam beberapa kitab suci. Ada Air mengalir dibawahnya, serta panorama yang indah, dengan pemandanan lukisan sang pencipta yang maha Indah. Maha Kuasa Allah yang telah memilihkan tempat tinggal begitu mempesona.
(bersambung pada episode berikutnya)
Catatan:
Tulisan ini saya buat tidak ada niat untuk riak, pamer, menyombongkan diri, ini saya tulis khusus untuk anak anak saya.
Satu hal yang terpenting dalam tulisan ini: Kesuksesanku bukanlah karena aku, kesuksesanku bukanlah materi, kesuksesan adalah tingkat rasa syukur, kesuksesanku adalah sebesar Pikiran Positipku terhadap Sang Pencipta. (maaf kalau salah kata)





nyobain pertamax dulu pakde, ntar komentar nya ..:-)
Reply
maaf kata ibuk saya bapak hanya mbawa kontol
alegori yang bagus pakde, smoga kehidupan di masa pensiun pakde menjadi masa terindah dalam hidup pakde
Reply
ho alah Pakde… Umbulsari to, apa warganya yang kebanyakan home industri genteng ya ? Pakde punya taneman jeruk ndakk ndek sana? aku seneng lho sama jeruk semboro
Reply
sumintar reply on March 9th, 2010 10:57:
Ya benar, ada industri genteng tepatnya di desa Tembok Rejo, bapak saya dulu punya kebun jeruk, tapi saat ini semua sawah habis dijual untuk biayai anak anaknya. Tapi Allah telah mengganti jauh lebih luas lewat anak anaknya, Amin.
Salam mas Mkrus Ali, sampean tinggal dimana, mampir kalau di Pandaan, Wellcome 24 jam.
Reply
Makrus Ali reply on March 10th, 2010 12:04:
Kalo saya, asli Kediri, dan istri saya “yang nomer satu” dari Kalibaru dan sekarang kami tinggal di Banyuwangi
Kalo Allah menghendaki… saya akan mampir, kebetulan kalo mudik kan juga nglewati
PakDe orang yang beruntung punya Bapak yang bijaksana, seorang Bapak yang tahu bahwa kelak anak-anaknya akan hidup di Zaman yang berbeda (kalo dulu bajak sawah pake kerbau, sekarang anaknya bajak sawah cukup dengan keyboard)
Reply
lha ini nanti kalo komentarnya “kontol” semua gimana pakde
Reply
kok yang komentar bahasanya jorog2 banget sich
Reply
sumintar reply on March 9th, 2010 10:59:
Dulu kata itu tidak terlalu jorok (buktinya ibu bilang gitu pada saya hehehe)
Tapi maaf kalau memang itu jorok, kan ini cerita sebenarnya apa yang saya dengar dari ibu. Kalau banyak protes nanti saya sensor.
Reply
sumintar reply on March 12th, 2010 07:53:
Maaf yang saya sensor itu bukan yang komen tapi kata kt itu tak buang saja hehehe biar saya ga kena UU ITE, bisa ditangkap polisi nanti dan masuk penjara.
Reply
Makrus Ali reply on March 10th, 2010 12:22:
Nggak ingin koment seperti itu sebenarnya, tapi memang benar seperti yang dikatakan penulis, kalo kata itu (di wilayah surabaya dan sekitarnya) nggak terlalu jorok dan kata itulah yang sebenarnya menjadi sebuah cerita
Saya juga mohon maaf jika banyak yang menganggap jorok
Reply
wah ada sungai yang mengalir di bawahnya, kayak di surga dong pak dhe..
Reply
sumintar reply on March 9th, 2010 11:00:
Kalau ingin membuktikan silahkan datang, tapi rumah belum dibangun (dalam persiapan).
Reply
kunjungan kembali sob..
cuma mau kasih info buat semua, semoga berkenan ya..
dofollow social bookmark indonesia
share your artikel with us, seo optimation for you
http://disuka.com
bookmarking indonesia
terima kasih
Reply
Ingin tahu kisah nyatanya!
Reply
wah semoga perjuangan bror terwujud, mantap meneruskan cita cita ortu,
Reply
informasi yang menarik pakde…
thanks buat bagi-bagi ilmunya 13:26
Reply
Sepertinya suasana yang penuh ketenangan ya pakde…
Reply
wah mau donk jalan2 kesana liat keindahan yg master bilang…
Reply
Dunia yg indah utk hati yg ‘indah’
Reply
nice.. ku nanti smbungannya…jiahh..
Reply
lekkk ituloh yang vulgar… coba di sensorrrr
heheh
Nice post lekkk ….
pastiii isa . ais. aim. dek putri bangga deh punya papa kayak paklek
Reply
ketan ireng . . .
enak tuhh
Reply
Narutopedia Express is exclusive encyclopedia about everything in naruto anime like character biographies, jutsu, hidden village, handseal, jinchuriki, akatsuki, and other skills
Reply
yup.. nyaman tuh…daerah pandaan… apa lagi yang diatas pegunungan…wuiih..seger
Reply
smoga ntar anaknya baca pak yach ehhehe ^_^
Reply
nyatanya kayk apa ya…
Reply